SportlinkNews - Sejatinya, sepak bola merupakan bahasa universal yang bisa dinikmati semua orang dari berbagai suku bangsa, usia, dan berbagai golongan agama.
Namun kenyataannya ada sebagian orang yang tidak bisa sepenuhnya menikmati pertandingan 22 orang itu.
Penyandang tuna netra adalah satu dari beberapa golongan yang mungkin kesulitan dalam menikmati pertandingan sepak bola. Tapi, berbeda dengan di Inggris, mereka bisa menikmatinya.
Baca Juga: Hasil Liga 1: Gol Septian David Buyarkan Kemenangan Persebaya, PSIS Tahan Seri Tuan Rumah
Penggemar penyandang disabilitas sering kali menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang dapat memengaruhi pengalaman mereka mengunjungi stadion.
Memastikan para pendukung tersebut memiliki ketentuan dan dukungan yang tepat sangatlah penting.
Menjelang pertandingan Liga Primer antara Brentford melawan Aston Villa, klub tersebut berbicara kepada dua pendukungnya yang tuna netra.
Baca Juga: Hasil All England Open 2025: Apri/Fadia Mengaku Tegang
Adalah Amy Kavanagh dan Chris Lewis penyandang tuna netra yang bercerita tentang pengalaman mereka pada hari pertandingan di stadion Gtech Community.
Amy memiliki sedikit penglihatan yang tersisa dan mampu melihat cahaya dan warna. Sebagai anggota klub, ia sering duduk di tribun selatan.
Ia pertama kali mulai pergi ke pertandingan Brentford ketika temannya mengajaknya.
Baca Juga: Harry Kane Menjadi Pemain Inggris Pertama yang Mencetak 10 Gol dalam Satu Musim Liga Champions
"Dan saya berkata, 'Jangan konyol, saya buta. Untuk apa pertandingan sepak bola, apa gunanya?'" kata Amy.
"Dan kemudian dia berkata, 'Mereka punya sistem komentator yang luar biasa, jadi seperti radio, Anda akan tahu semua yang terjadi'.
Artikel Terkait
Worthing FC Luncurkan Jersey Edisi Khusus untuk Dukung Inklusi Disabilitas
FC Barcelona Perkenalkan Layanan dan Fasilitas Baru Bagi Penyandang Disabilitas
Ditahan Imbang Brentford, Pep Guardiola Terlihat Emosi dengan Stefan Ortega
Mikkel Damsgaard Tetap Bertahan di Brentford Hingga 2030