Bekerja sama dengan La Liga, CFL juga akan fokus mengembangkan aspek bisnis dan komunikasi analitik selama empat tahun ke depan.
Baca Juga: Achmad Jufriyanto Pemain Persib Paling Beruntung, Cicipi Tiga Kali Pesta Kemenangan Maung Bandung
Dalam rangka kerja sama ini, sejumlah tokoh penting La Liga, termasuk Presiden Javier Tebas, menghadiri seminar senior untuk pembangunan berkelanjutan klub-klub sepak bola profesional di China.
Menurut Tebas, kolaborasi ini merupakan bentuk konkret dari kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan otoritas sepak bola China.
“Potensi sepak bola di China sangat besar."
Baca Juga: Beckham Putra Jadi Satu-satunya Wakil Persib di Timnas Indonesia, Ungkap 1 Janji ke Patrick Kluivert
"Pengalaman La Liga akan menjadi pertukaran pengetahuan yang sangat berharga bagi kedua belah pihak,” kata Tebas.
Meski demikian, China masih menghadapi berbagai tantangan.
Tim nasional belum tampil di Piala Dunia sejak 2002 dan kini terancam kembali gagal lolos.
Baca Juga: Persebaya Umumkan Tim Pelatih Baru untuk Liga 1 dan ASEAN Club Championship Musim Depan
Pada September 2024, Asosiasi Sepak Bola China juga menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada 43 orang atas kasus pengaturan skor dan perjudian.
Kondisi tersebut kontras dengan ambisi Presiden Xi Jinping yang sejak 2012 ingin melihat China lolos, menjadi tuan rumah, dan bahkan menjuarai Piala Dunia.
Kini, lewat pendekatan baru melalui kerja sama dengan La Liga, China tampaknya mulai menata ulang strategi besarnya untuk menjadi kekuatan sepak bola global.
Artikel Terkait
Debut Manis Super 1000 Jafar/Felisha di Indonesia Open 2025
Beckham Putra Fokus Berlatih Demi Memuluskan Rencana Patrick Kluivert
Usai Rayakan Kemenangan Persib, Ahmad Agung Kembali ke Persik
Lawan Timnas Indonesia Jadi Misi Hidup Mati China di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Miswar Saputra Masih Dipercaya Jadi Penjaga Gawang Madura United FC untuk Musim Depan