Rockefeller Center merupakan komplek gedung komersial seluas 89.000 meter persegi yang menjadi pusat perkantoran, perekonomian, seni budaya, dan arena komersil lainnya.
Rockefeller Center memiliki area yang bisa diakses untuk umum secara gratis maupun berbayar. Gedung ini pertama kali dibangun pada tahun 1929 dan terus berkembang hingga 1940.
Kini, Rockefeller Center merupakan pusat bisnis dunia yang memiliki desain bergaya Art Deco yang terpengaruh dari gaya dekorasi industri modern di Paris pada tahun 1925.
Baca Juga: Ancaman Badai Tornado Batalkan Sesi Latihan IndyCar di Iowa Speedway
Desain Art Deco merepresentasikan modernisme yang menjelma menjadi mode. Produk-produknya mencakup barang-barang mewah yang dibuat secara individual maupun barang-barang produksi massal.
Dalam kedua hal tersebut, tujuannya adalah untuk menciptakan keanggunan yang ramping dan anti-tradisional yang melambangkan kekayaan dan kecanggihan.
Artikel Terkait
Roma: Simbol Hidup Budaya, Sejarah, dan Ketahanan Kota
Nike Rilis Ulang Field General "Culture of Football", Ada Nuansa Retro Sepak Bola
Mengenal Laurent Mekies, CEO Baru Tim F1 Red Bull Racing Pengganti Christian Horner
Rekor Baru, F1 The Movie Raup Pendapatan Global Rp4,75 Triliun dalam 10 Hari Pemutaran di Bioskop