"Saya selalu memiliki impian masa kecil: menjadi pembalap," ujarnya dalam sebuah wawancara tahun 2014 dengan ServusTV.
Untuk waktu yang lama, mimpi ini sepertinya takkan pernah terwujud. "Saya berasal dari keluarga yang sangat konservatif," katanya.
"Ayah saya seorang tukang kayu, ibu saya seorang ibu rumah tangga. Ia tumbuh besar di pertanian bersama 13 saudara kandung, jadi tidak ada uang maupun pemahaman tentang olahraga bermotor."
Baca Juga: Bojan Hodak: Tim Ini Campuran Berbagai Negara dan Budaya, Mereka Harus Membangun Chemistry
"Itulah mengapa saya mulai terjun payung, karena harganya terjangkau. Dan sekarang, tampaknya lompatan saya dari stratosfer telah menjadi tiket menuju dunia balap<' ungkapnya.
Panggilan Motorsport
Pada Oktober 2013, hanya setahun setelah lompatan legendarisnya, Baumgartner berkompetisi di VW Scirocco Cup di Hockenheim.
Baca Juga: Pembalap Tes Yamaha Augusto Fernandez Akui Mesin V4 Yamaha di MotoGP Tidak Cukup Kencang
Ia juga dijadwalkan untuk berpartisipasi dalam Race of Champions di Bangkok pada bulan Desember, tetapi acara tersebut dibatalkan karena kerusuhan politik di Thailand.
Pada tahun 2014, Baumgartner semakin serius di dunia balap. Ia diundang oleh Audi untuk berpartisipasi dalam Nurburgring 24 Hours.
Dia ditantang mengemudikan R8 LMS ultra bersama para veteran balap Frank Biela, Pierre Kaffer, dan Marco Werner. Tim tersebut finis di urutan kesembilan dari lebih dari 100 peserta.
Baca Juga: Hongaria Bersiap Jadi Tuan Rumah Balapan ke-1000 WorldSBK yang Fantastis
Menyusul berita kematian Baumgartner, Kaffer membagikan penghormatan di media sosial, "Sahabatku, kau adalah salah satu orang paling gila dan terlucu yang pernah kutemui!"
"Sungguh menyenangkan berlomba di Nordschleife bersamamu. Kau menyukai hal-hal ekstrem, selalu fokus, dan tidak pernah melewatkan satu pun hal dalam daftar periksamu."
"Semoga keluargamu diberi kekuatan di masa sulit ini." Dan untukmu, Felix tersayang – semoga kau tak lagi membutuhkan sayap untuk terbang tinggi di surga. Beristirahatlah dalam damai,” tulis Kaffer.
Artikel Terkait
Badai Debu Hentikan Pertandingan Sepak Bola, Penggemar Malah Tertawa
Piala Dunia 2026 Berpotensi Bahayakan Pemain, Suhu Ekstrem Jadi Ancaman
Ancaman Badai Tornado Batalkan Sesi Latihan IndyCar di Iowa Speedway
MotoGP Ceko: Sirkuit Brno Jadi Saksi Kembalinya Jorge Martin ke Lintasan Balap