Push Bike Kunci Awal Menuju Budaya Bersepeda

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Rabu, 20 Maret 2024 | 14:38 WIB
Push bike jadi awal untuk membentuk budaya bersepeda. (IG @pushbikejakarta)
Push bike jadi awal untuk membentuk budaya bersepeda. (IG @pushbikejakarta)

SportlinkNews - Bagi sebagian negara di benua Eropa, sepeda bisa dibilang cukup populer sebagai alat transportasi mandiri. Bahkan cukup banyak negara yang menyediakan infrastruktur bagi para pesepeda.

Infrastruktur tersebut meliputi jalur khusus sepeda, rambu-rambu sepeda, hingga area parkir khusus sepeda, bahkan menyediakan sarana penyewaan sepeda.

Tujuannya jelas, sepeda merupakan alat transportasi yang ramah lingkungan, murah, dan juga bisa membuat pengendaranya lebih sehat.

Baca Juga: Pencak Silat Warisan Budaya Adiluhung Indonesia yang Harus Dijaga

Nah, budaya bersepeda di Eropa atau Jepang, bisa menjadi contoh positif dalam rangka menciptakan keseimbangan antara mobilitas manusia dan ekosistem lingkungan hidup.

Pengenalan sepeda sebagai alat transportasi atau olahraga sudah dilakukan sejak usia dini. Untuk melatih agar anak mudah dan cepat mengusai sepeda, para orang tua mengenalkannya dengan sepeda keseimbangan (balance bike).

Namun di Indonesia istilah balance bike tidak begitu populer. Pencinta sepeda di Indonesia justru mengenalnya dengan sebutan push bike (sepeda dorong).

Wujud balance bike atau push bike sebenarnya sama yaitu seperti sepeda lazimnya tapi tanpa menggunakan pedal dan rantai sepeda. Ukurannya juga kecil dan kompak karena memang dibuat untuk anak-anak di bawah lima tahun.

Untuk menjalankannya, pengendara (anak) harus mendorongnya dengan kaki. Sementara tangannya mengendalikan arah sepeda. Sistem pengeremannya sama dengan sepeda biasa yang ada di setang.

Push bike yang dipasang dengan benar dapat memungkinkan anak-anak berusia 18 bulan belajar menyeimbangkan roda dua dengan kecepatan yang mencengangkan.

Baca Juga: 10 Faktor Budaya Penentu Kesuksesan

Bagi banyak anak, mengendarai push bike adalah langkah pertama untuk mengendarai sepeda pedal biasa, dan pengalaman tersebut akan membawa mereka bisa lebih cepat menguasai sepeda roda dua.

Begitu mereka dapat menyeimbangkan diri, mereka belajar menggunakan rem tangan dan meluncur. Selanjutnya setelah bisa menyeimbangkan diri dengan baik dan benar, mereka bisa belajar mengayuh.

Push bike juga memberikan kesempatan bagi anak untuk membangun koordinasi, keseimbangan, otot kaki, dan rasa percaya diri yang mereka perlukan untuk bisa menguasai sepeda kayuh.

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: nytimes.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X