HAM Prancis Minta Hentikan Larangan Atlet Berhijab

Suryansyah, Sportlink News
- Sabtu, 30 Maret 2024 | 07:05 WIB
Prancis memberlakukan larangan berhijab bagi atlet pada Desember 2022.  (gannett)
Prancis memberlakukan larangan berhijab bagi atlet pada Desember 2022. (gannett)

Para atlet termasuk mantan anggota tim nasional muda Prancis, Diaba Konaté, pendiri Muslim Girls Ball Too dan mantan pemenang Beyond Sport Global Award, Bilqis Abdul-Qaadir, bintang WNBA Breanna Stewart dan perintis peraih medali Olimpiade AS Ibtihaj Muhammad bergabung sebagai penandatangan surat tersebut.

Aturan-aturan ini tidak hanya menghambat martabat perempuan Muslim, tetapi juga melanggar hukum dan standar hak asasi manusia internasional.

Larangan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip inklusivitas dan keberagaman, sekaligus menantang hak asasi manusia untuk mengekspresikan identitas keagamaan mereka, yang diatur dalam instrumen hak asasi manusia seperti Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik dan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.

Hak-hak perempuan dan kelompok minoritas ditegaskan lebih lanjut dalam Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan dan Konvensi Internasional tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.

Para kritikus berpendapat bahwa larangan tersebut secara tidak adil membatasi kesempatan bagi perempuan Muslim untuk berpartisipasi penuh dalam olahraga, melanggengkan budaya eksklusi yang bertentangan dengan semangat fair play dan kesetaraan.

“Peraturan yang menghukum perempuan dan anak perempuan yang ingin mengenakan jilbab melemahkan upaya untuk menjadikan olahraga perempuan lebih inklusif dan melanggar hak asasi mereka,” kata Monica Costa Riba, juru kampanye senior Amnesty International untuk hak-hak perempuan di Eropa.

Dia menekankan bahwa otoritas olahraga harus “memastikan kebijakan mereka tidak mengecualikan seluruh kelompok perempuan dan anak perempuan dari olahraga dan bebas dari rasisme dan segala bentuk diskriminasi.”

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: sportanddev

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X