NASCAR, Ikon Budaya Motorsport Amerika yang Penuh Intrik dan Menghibur

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Selasa, 2 April 2024 | 15:05 WIB
Nascar Hall of Fame 150 Bowman Gray Stadium 2012 (Jason Smith/NASCAR Studios)
Nascar Hall of Fame 150 Bowman Gray Stadium 2012 (Jason Smith/NASCAR Studios)

Sejak itu NASCAR menyebar ke seantero Amerika dan menjadi alternatif tontonan yang menyenangkan.

Momentum perkelahian di akhir balapan antara pembalap Cale Yarborough dan Donnie serta Bobby Allison menghasilkan publisitas besar yang membantu mendongkrak popularitas NASCAR di skala nasional.

Pada tahun 1972, putra Perancis, William France Jr., mengambil alih jabatan presiden NASCAR dari ayahnya.

Selama tiga dekade berikutnya, generasi muda France (1933-2007) berperan penting dalam mengubah NASCAR dari olahraga regional yang populer terutama di AS bagian tenggara menjadi olahraga dengan basis penggemar global.

France Jr. memimpin NASCAR memasuki era baru sponsorship perusahaan yang menguntungkan dan kontrak TV bernilai miliaran dolar yang membuat setiap pihak merasa senang.

Kontrak itu pun terus berlanjut hingga hari ini. Hal itu membuat NASCAR menjadi populer. Setiap orang di Amerika pasti tahu NASCAR.

Kini, NASCAR telah menjadi santapan akhir pekan penggemar kecepatan di Amerika, bahkan dunia.

Bahkan, gelaran Formula 1 yang digadang-gadang sebagai event motorsport terbesar di dunia, kehilangan wibawanya saat mencoba masuk ke pasar Amerika.

NASCAR masih menjadi tontonan spektaluer bagi publik Amerika. NASCAR sukses membentuk budaya motorsport Amerika yang menegangkan, penuh intrik, dan sekaligus menghibur. Juga mendatangkan cuan berlimpah.

Baca Juga: Pencak Silat Warisan Budaya Adiluhung Indonesia yang Harus Dijaga

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: history.com, nascar.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X