Klub sepak bola berpartisipasi dalam bisnis perdagangan narkoba dengan menjadi outlet pencucian skala besar bagi banyak kartel besar.
Mereka sering digunakan untuk menutupi transaksi ilegal dan kejahatan besar. Misalnya, gembong Gonzalo Gacha secara terbuka membeli tim klub Bogotá delapan tahun sebelum kematiannya; ketika dia dibunuh, ratusan pertukaran dan dokumen ilegal terungkap.
Namun pada tahun 1994, ada peluang bagi sepak bola untuk memberikan dampak positif bagi reputasi Kolombia. Tim nasional yang berlaga di Piala Dunia tahun itu punya potensi besar—banyak yang memperkirakan tim tersebut akan menjuarai turnamen tersebut.
Sayangnya, tim tersebut tidak memenuhi harapan, namun reaksi Kolombia terhadap kegagalan ini tidak menghasilkan apa-apa selain meningkatkan reputasi mereka sebagai orang yang melakukan kekerasan.
Andrés Escobar, seorang pemain belakang yang dianggap bertanggung jawab atas kekalahan Kolombia, dibunuh seminggu setelah keluarnya Kolombia.
Pembunuhannya bukan satu-satunya yang berhubungan dengan sepak bola: delapan wasit telah dibunuh pada tahun 1988 saja.
Pembunuhan yang “tragis dan gila” ini hanya menegaskan kembali reputasi Kolombia di dunia sebagai negara yang penuh dengan kekerasan, dan mengangkat sepak bola menjadi lebih dari ‘sekadar permainan’.
Artikel Terkait
Science di Balik Teknik Tenis Berdampak Tinggi, Petenis Harus Menguasai Matematika dan Fisika
Para-Powerlifting Indonesia Raih Tiga Emas dan Tiga Perak di Kejuaraan Dunia
Jebakan dalam Mempolitisasi Olahraga dan Budaya
Dampak Negatif Latihan Angkat Beban Berlebihan, Waspada Terhadap Bahaya yang Mengintai
10 Fakta Balapan MotoGP Prancis: Pemecahan Rekor Hingga Peluang Ducati Memperpanjang Rekor Kemenangan Beruntun