SportlinkNews - Catur tidak diragukan lagi merupakan permainan yang kompleks dan menantang secara intelektual yang telah menguasai pikiran selama berabad-abad. Namun, itu tidak berhak dianggap sebagai olahraga.
Menurut Kamus Cambridge, definisi kata olahraga adalah permainan, kompetisi, atau aktivitas yang memerlukan upaya fisik dan keterampilan yang dimainkan atau dilakukan sesuai aturan, untuk kesenangan dan/atau sebagai pekerjaan.
Dengan mengingat definisi ini, jelas bahwa esensi olahraga terletak pada kekuatan fisik, atletis, dan aktivitas fisik. Ini adalah komponen kunci yang tidak dimiliki catur.
Baca Juga: Bola Voli Hakikatnya Cerminan Budaya, Perpaduan Tradisi dan Modernitas
Catur semata-mata bergantung pada ketajaman mental, yang membedakannya dari olahraga tradisional seperti sepak bola, baseball, atau hoki.
Meski catur tidak melibatkan konfrontasi fisik, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan 100 negara mengakui catur sebagai olahraga yang termasuk dalam World Mind Sports Games.
IOC menyatakan catur membutuhkan konsentrasi yang tajam, pemikiran yang cerdas, dan keterampilan memecahkan masalah. Jika demikian halnya, mengapa permainan seperti Scrabble dan Monopoli tidak juga dianggap sebagai olahraga, karena keterampilan seperti ini diperlukan untuk bermain?
Baca Juga: Bagaimana Teknologi AI Mendefinisikan Ulang Pengalaman Olahraga Anda Saat Ini
Permainan seperti ini sebaiknya termasuk dalam kategori permainan papan atau permainan pikiran.
Catur secara harfiah dimainkan di kotak kotak-kotak berukuran 8×8 dengan peserta duduk, dan tingkat ketegangan fisiknya adalah untuk mengangkat dan meletakkan sepotong plastik seberat 1,5 ons; oleh karena itu, kemampuan fisik tidak diperlukan.
Apalagi persiapan turnamen catur dibandingkan dengan kompetisi olahraga memang tiada bandingannya. Pemain catur fokus pada ketahanan mental dan mengasah keahlian mereka sehubungan dengan strategi pembukaan dan akhir permainan.
Baca Juga: Dua Tunggal Putri Indonesia Bermain Apik Lolos ke Babak 16 Besar Malaysia Masters 2024
Meskipun memerlukan keterampilan, aspek fisik tidak disertakan dalam persiapan ini, sehingga menurunkan kredibilitasnya sebagai sebuah olahraga.
Atlet dalam olahraga konvensional terlibat dalam pelatihan atletik khusus olahraga, yang berkisar dari lari putaran hingga memukul ruang angkat beban.
Artikel Terkait
Pesona Laura Celia Valk Pacar Bellingham dalam Balutan Gaun Putih
Piala AFF 2024: Timnas Indonesia dan Vietnam Satu Grup
7 Bos Pengganti Pochettino di Chelsea, Bandar Judi Favoritkan De Zerbi hingga Mourinho
Toni Kroos Pensiun, Penghormatan Tulus Luka Modric Sangat Menyentuh
Toni Kroos Pensiun, Real Madrid Sudah Punya Pengganti Berjuluk Messi dari Turki