Pameran tersebut menawarkan perjalanan lintas waktu untuk menemukan asal-usul rugbi, legenda-legendanya, dan emosi yang terus diilhami bola di seluruh dunia.
Federasi Selandia Baru juga berpartisipasi aktif dalam proyek ini, dengan mengirimkan beberapa kenang-kenangan yang akan dipajang selama pameran berlangsung.
"Pameran yang kami resmikan hari ini merupakan penegasan bahwa Museum Juventus bukan sekadar museum sepak bola, tetapi museum sejarah olahraga," kata Paolo Garimberti, Presiden Museum Juventus.
Baca Juga: Gantikan Repsol, Honda Dapat Dukungan Produsen Oli Inggris Castrol untuk Musim Depan
"Kami senang dapat meresmikan pameran yang membantu memperkenalkan rugbi internasional, sejarahnya, dan tradisinya kepada khalayak yang semakin baru," kata Vittorio Musso, Federal Councillor of the Italian Rugby Federation.
"Tujuan kami adalah untuk memperkenalkan sejarah rugbi kepada khalayak yang lebih luas, dan melakukannya di Museum Juventus, merupakan kehormatan besar bagi kami." kata Corrado Mattoccia, Presiden Yayasan "Il Museo del Rugby, Fango e Sudore".
"Terima kasih telah mempercayai proyek kami dan telah memungkinkan kolaborasi luar biasa ini antara olahraga dari berbagai disiplin ilmu, yang menyatukan gairah dan emosi rugbi dan sepak bola," ujar Corrado Mattoccia.
Artikel Terkait
Rekam Jejak El Clasico, Real Madrid Masih Perkasa
Analisis Statistik El Clasico Barca vs Madrid Bikin Penasaran 650 Juta Penonton di Seluruh Dunia
Upaya Keras LaLiga dan Kementerian Spanyol Perangi Ujaran Kebencian dan Rasis dalam Olahraga
Dapat Sponsor Baru, Guardians Of The Ball akan Bawa Penggemar Atletico Madrid ke Dunia Metaverse