SportlinkNews - Sepak bola merupakan bahasa universal yang mampu menyita perhatian dunia. Dia bisa dibuat serius tapi juga bisa dibuat menjadi bahasa yang renyah menghibur.
Lewat proyek yang digagas Atleti Creators Club, sebuah wadah yang dibentuk oleh Atletico Madrid, maka lahirlah Atleti Strips.
Atleti Strips merupakan sebuah proyek komik strip yang menampilkan kisah-kisah lucu dan mengejutkan yang dibintangi oleh para pemain sepak bola.
Baca Juga: LFC dan Kodansha Pamerkan Manga Interaktif di Liverpool Comic Con
Bagian pertama Atleti Strips dibuat oleh Chulengol, seorang ilustrator dan kartunis Argentina yang dikenal karena gayanya yang khas.
Gambar-gambarnya yang tidak dipoles dan teks yang salah eja dengan sengaja telah membuatnya terkenal secara daring, tempat karyanya terhubung dengan beragam audiens global.
Inisiatif ini menandai cara baru untuk berinteraksi dengan para penggemar dengan memadukan seni dan humor dalam dunia olahraga.
Baca Juga: China Masters 2024: Sabar/Reza Tundukkan Ganda Nomor Satu Dunia, Lolos ke Perempat Final
"Saya mulai mengunggah gambar saya yang buruk secara daring hanya untuk tertawa, tetapi hal itu menjadi populer secara tak terduga," ungkap Chulengol.
"Sekarang, lebih dari 10 tahun kemudian, orang-orang sering menggunakan salah satu karakter saya sebagai foto profil mereka, dan banyak yang bahkan tidak tahu siapa saya."
"Pencapaian terbesar saya sebagai seniman adalah melihat meme atau gambar saya menjadi viral di luar jangkauan saya."
"Saat itulah karya tersebut tidak lagi menjadi milik saya dan menjadi bagian dari warisan kolektif internet," ungkap Chulengol.
Ia menekankan bagaimana sepak bola berfungsi sebagai bahasa universal, yang meruntuhkan batasan bahasa.
Artikel Terkait
Barcelona Merilis Mamba Collection yang Terinspirasi dari Kobe Bryant
Kolaborasi Nike x EA Sports Hadirkan Jersey Eksklusif Bagi Founders FC 25, Wajib Dimiliki Para Penggemar!
Adidas dan Timnas Argentina Rayakan 50 Tahun Kemitraan dengan Jersey Edisi Khusus
Jersey Kandang dan Tandang Baru PUMA untuk AFCON 2025: Desain Budaya Afrika yang Kuat