culture

Bagaimana Pesepak Bola Menceritakan Kisah Melalui Perhiasan

Kamis, 19 Juni 2025 | 10:38 WIB
Para pesepak bola memakai perhiasan di lapangan memiliki makna tersendiri bukan untuk bergaya. (footballerfits)

SportlinkNews - Pesepak bola kembali membawa perhiasan. Di era permainan yang didominasi oleh regulasi dan konformitas, ekspresi diri pemain di lapangan sering kali terbatas.

Sepatu baru, panjang kaus kaki, dan potongan baru adalah contoh dari sedikitnya kepribadian pemain yang kita lihat.

Di masa lalu, esensi dari kecemerlangan individu dilambangkan oleh pemain yang mengenakan perhiasan di lapangan, ciri khas individualitas dan bakat yang telah berkurang dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Perang Israel Vs Iran Menyeret Atlet Top, Termasuk Messi dan Ronaldo

Namun, generasi pesepak bola berikutnya telah menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk mengekspresikan diri. Jadi apakah sudah waktunya untuk membawa kembali aksesori di lapangan?

Saat PSG merayakan rekor gelar Ligue 1 ke-13 mereka dan mengonsolidasikan dominasi mereka di sepak bola domestik Prancis, kemenangan itu menjadi lebih istimewa saat skuat tersebut dianugerahi medali kejuaraan Ligue 1 pertama yang ikonik.

Dirancang oleh seniman Mathias Kiss bekerja sama dengan merek peralatan makan perak Prancis terkenal Maison Christofle, medali baru tersebut membuang pita tradisional, memilih rantai.

Baca Juga: Robbie Williams Duta Musik FIFA, Desire Bergema Pada Pembukaan Piala Dunia Antarklub

Di luar lapangan, kita telah melihat para pemain memanfaatkan kesempatan untuk mengekspresikan diri mereka, khususnya melalui perhiasan. Namun, apakah itu lebih dari sekadar pamer?

Minggu ini, pemain AC Milan Rafael Leao menugaskan Benny Da Jeweler yang termasyhur untuk membuat perhiasan unik yang terinspirasi oleh tempat ia dibesarkan – Bairro da Jamaica, sebuah lingkungan di Amora, Portugal.

Liontin tersebut menampilkan detail 3D, parabola, tata letak mosaik, dan berlian terbalik di bagian depan dengan frasa ‘jangan pernah lupa dari mana Anda berasal’ di bagian belakang.

Baca Juga: Tanah Airku Menggema di GBK, Dunia Menangis Lihat Timnas Indonesia Bernyanyi

Perhiasan tersebut didefinisikan ulang dalam warna emas dan es, sebagai penghormatan kepada akar salah satu pemain bola paling ekspresif di dunia sepak bola.

Tingkat perhatian dan detail di balik perhiasan tersebut menegaskan kembali pentingnya liontin tersebut sebagai lebih dari sekadar proyek kesombongan, tetapi juga simbol kerendahan hati.

Halaman:

Tags

Terkini