culture

Satu Keputusan Fatal Adidas yang Membawa Nike Bangkit dari Keterpurukan

Sabtu, 21 Juni 2025 | 13:27 WIB
Nike dan Adidas dua brand besar di dunia olahraga

Momentum tersebut kemudian digarap menjadi sebuah iklan dengan kalimat menarik: "NBA tidak dapat menghentikan Anda untuk memakainya."

Kampanye itupun terus digulirkan Nike. Anak-anak pun menginginkan sepatu yang tidak dimiliki NBA. Toko-toko kehabisan stok.

Nike tidak hanya membuat sepatu: mereka telah memulai budaya sepatu kets. Lalu bagaimana dengan penjualannya?

Baca Juga: Hasil Piala Dunia Antarklub: Esperance de Tunisie Jegal LAFC, Buka Asa ke Babak 16 Besar

Target penjualan Nike adalah $3 juta. Namun yang mereka jual mencapai $126 juta hanya dalam satu tahun. Denda NBA yang sebesar $410 ribu itu pun seolah kehilangan arti.

Nike pun merasakan dampak pemasaran yang tak ternilai. Industri sepatu kets yang dikelola Nike pun bangkit dan tidak akan pernah sama lagi.

Nike akhirnya memanen apa yang dulu dianggap gila oleh banyak orang. Nike mengalami transformasi yang sangat besar. Penjualan Nike Basketball terus melesat.

Baca Juga: Prediksi David Luiz: Tim Eropa Dapat Ujian Berat di Piala Dunia Antarklub 2025

Pada 1984 tercatat $40 juta, lalu di tahun 1985 mencapai $126 juta dan pada tahun 1990 Nike mencatat penjualan sebesar $1 miliar.

Saat ini, merek Jordan saja mencapai $5,1 miliar. Dan Adidas pun akhirnya melihat kesalahan besar mereka yang menjadi kenyataan.

Sementara bagi Michael Jordan, dirinya telah menghasilkan $1,7 miliar dari Nike. Pendapatan itu lebih banyak dari penghasilannya di NBA.

Baca Juga: Mugello Jantungnya Balap Motor Italia yang Lahirkan Banyak Pembalap Bertalenta

Saat ini, merek Nike dan Jordan menguasai 86% pasar sepatu basket. Adidas? Hanya 5%. Satu keputusan pada tahun 1984 yang mengubah industri olahraga selamanya.

Nike jeli dalam melihat peluang. Nike tidak hanya menjual sepatu; mereka membangun sebuah gerakan.

Halaman:

Tags

Terkini