culture

Kisah Syal San Fermin di Balik Gol Heroik Mikel Merino untuk Spanyol

Rabu, 8 Juli 2026 | 20:56 WIB
Pemain Spanyol, Mikel Merino.

SportlinkNews - Gelandang tim nasional Spanyol, Mikel Merino, tengah menjadi buah bibir setelah menjadi pahlawan kelolosan negaranya ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Gol tunggalnya ke gawang Portugal pada laga 16 besar di Dallas Stadium, Amerika Serikat, Selasa (7/7) dini hari WIB, memicu gelombang pujian dan rasa terima kasih yang masif dari publik Negeri Matador.

Pemain Arsenal tersebut berhasil memecah kebuntuan pada masa krusial menit ke-90+1 setelah memaksimalkan umpan matang dari Ferran Torres. Gol telat itu langsung memupus harapan Portugal sekaligus mengunci tiket delapan besar bagi skuad La Roja tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu.

Aksi heroik di Dallas ini sontak membangkitkan kembali memori publik Spanyol mengenai rekam jejak Merino sebagai spesialis pencetak gol krusial bagi negaranya. Salah satu momen paling monumental yang melekat di benak suporter adalah gol sundulannya ke gawang Jerman pada babak perempat final Euro 2024 silam.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Scaloni Menangis Usai Argentina Lolos Dramatis, Mesir Protes Wasit

Kala bertanding di Stuttgart dua tahun lalu, Merino meruntuhkan publik tuan rumah Jerman lewat gol dramatisnya pada menit ke-119 babak perpanjangan waktu. Kontribusi masif tersebut menjadi batu pijakan penting bagi Spanyol sebelum akhirnya keluar sebagai jawara Eropa setelah menumbangkan Inggris di partai final.

Rentetan gol menentukan dari Stuttgart hingga Dallas menegaskan kapasitas Merino sebagai pemain yang selalu hadir sebagai pemecah kebuntuan pada saat-saat kritis. Fenomena ini disaksikan langsung dengan penuh keharuan oleh sang ayah, Miguel Merino, yang hadir mendukung di tribune stadion.

Seusai peluit panjang berbunyi, Merino tertangkap kamera mengenakan syal merah khas yang terus melingkar di lehernya hingga ke ruang ganti pakaian. Aksesori tersebut rupanya berkaitan erat dengan tradisi festival San Fermin, sebuah perayaan lari bersama banteng yang sangat melegenda di Kota Pamplona, Spanyol.

Baca Juga: Lionel Messi Peluk dan Puji Ketangguhan Kiper Tanjung Verde Vozinha

Dalam tradisi tahunan tersebut, para peserta diwajibkan mengenakan pakaian serbaputih yang dipadukan dengan syal merah sebagai bentuk penghormatan kepada santo pelindung kota. Momentum emosional ini turut dibagikan oleh sang ayah yang merasa sangat bangga atas pencapaian luar biasa putranya di panggung dunia.

"Mengalami ini, dalam suasana seperti ini dan di Piala Dunia. Sungguh luar biasa apa yang telah Mikel Merino berikan kepada kami," kata Miguel Merino yang ditemui oleh program "El Partidazo" Cope setelah pertandingan.

Miguel Merino, yang juga mantan pesepak bola profesional, mengaku masih tidak percaya anak kandungnya kembali mengukir tinta emas dalam sejarah tim nasional. Ia mengapresiasi daya juang armada Spanyol yang tetap tampil tenang meski menghadapi tekanan besar dari tim bertabur bintang sekelas Portugal.

Baca Juga: Pesan Menyentuh Michael Carrick kepada Seluruh Elemen Manchester United

"Saat itu, melawan lawan yang hebat, dalam suasana seperti ini. Kami masih mencernanya," ujarnya.

Miguel Merino menceritakan sempat memprediksi laga bakal berlangsung ketat hingga babak tambahan mengingat kualitas berimbang dari kedua tim. Menariknya, ia ternyata juga mengenakan syal merah bermotif religius yang serupa dengan yang dipakai oleh anaknya di lapangan.

Halaman:

Tags

Terkini