SportlinkNews - Euforia menyelimuti kubu Argentina setelah lolos secara dramatis ke perempat final Piala Dunia 2026. Namun, kemenangan 3-2 atas Mesir di Stadion Atlanta, Rabu, 8 Juli WIB, menyisakan emosi yang bertolak belakang.
Di satu sisi, Lionel Scaloni dan para pemain Argentina larut dalam kebahagiaan usai bangkit dari ketertinggalan dua gol. Di sisi lain, kubu Mesir melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai merugikan mereka.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni bahkan tak mampu menyembunyikan emosinya seusai pertandingan. Ia hanya memberikan komentar singkat sebelum meninggalkan area wawancara.
Baca Juga: Rodri Minta Maaf Usai Provokasi Bernardo Silva pada Laga Portugal vs Spanyol
"Saya bahkan tidak bisa menatap ke atas. Maaf, saya benar-benar terharu saat ini. Para pemain tampil luar biasa. Sudah, saya harus pergi," ujar Scaloni.
Reaksi Scaloni menggambarkan betapa berat perjuangan Argentina. Sebelumnya, juara bertahan juga harus melalui laga melelahkan hingga perpanjangan waktu saat menyingkirkan Cape Verde pada babak sebelumnya.
Menghadapi Mesir, La Albiceleste kembali diuji setelah tertinggal 0-2 sebelum akhirnya mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir.
Baca Juga: Argentina Selamat dari Kejutan Mesir, Messi Pimpin Comeback Dramatis ke Perempat Final
Pengalaman menjadi salah satu modal penting Argentina pada laga tersebut.
Susunan pemain utama yang diturunkan Scaloni memiliki rata-rata usia 30 tahun 173 hari, menjadikannya salah satu starting eleven tertua yang pernah dimainkan Argentina di Piala Dunia.
Catatan itu hanya kalah dari tim yang diturunkan saat menghadapi Nigeria pada edisi 2018 dengan rata-rata usia 30 tahun 189 hari.
Baca Juga: Tampil Dominan, Timnas Indonesia U-17 Gilas Malaysia 3-0
Pahlawan kemenangan Argentina, Enzo Fernandez, mengaku gol sundulannya pada masa injury time menjadi momen terbaik sepanjang kariernya.
"Itu adalah gol terbaik dalam hidup saya. Kami hampir tersingkir, tetapi kami terus berjuang sampai akhir. Tim ini memiliki semangat yang luar biasa," kata Enzo.
Kemenangan tersebut juga menjaga peluang Lionel Messi meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Tiga Tim Indonesia Siap Pertahankan Dominasi di EWC Free Fire 2026
Kapten Argentina kini memimpin daftar pencetak gol sementara dengan delapan gol, unggul satu gol atas Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang sama-sama mengoleksi tujuh gol. Sementara Harry Kane membuntuti dengan enam gol.
Sebaliknya, suasana berbeda terlihat di ruang ganti Mesir.
Penyerang Mostafa Zico yang sempat mencetak gol kedua timnya meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit, terutama terkait proses gol penentu kemenangan Argentina pada masa injury time.
Baca Juga: KNVB Bidik Mantan Manajer Liverpool Arne Slot untuk Latih Belanda
"Wasit tidak adil. Dia sendirian menghancurkan kerja keras seluruh bangsa. Bagi saya, trofi ini seperti diserahkan begitu saja kepada Argentina," ungkap Zico.
Kekecewaan Mesir memang beralasan. Sebelum gol kemenangan Enzo Fernandez tercipta, para pemain The Pharaohs menilai seharusnya mereka mendapat hadiah penalti akibat dugaan pelanggaran di kotak penalti Argentina.
Namun, permainan tetap berlanjut hingga La Albiceleste melancarkan serangan balik yang berujung gol kemenangan.
Baca Juga: MotoGP Jerman Jadi Arena Bagi Ducati untuk Menyalip Aprilia
Terlepas dari kontroversi tersebut, Argentina kembali menunjukkan mental juara.
Setelah lolos lewat perpanjangan waktu saat menghadapi Cape Verde, mereka kembali selamat dari ancaman eliminasi dengan membalikkan ketertinggalan dua gol atas Mesir.
Artikel Terkait
Permainan Portugal Tersandera, Zlatan Ibrahimovic Kritik Keras Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026
Tarian Viking Row Pulangkan Brasil dari Piala Dunia 2026
Enam Klub Jadi Pelopor Liga Putri 2026, Tahun Pertama Uji Coba
Argentina Selamat dari Kejutan Mesir, Messi Pimpin Comeback Dramatis ke Perempat Final
Fakta Menarik Argentina vs Mesir: Messi Pecahkan Rekor, Shobeir Bersinar, Enzo Cetak Gol Ke-3.000