Namun, tidak semua orang tua menginginkan anaknya menunggangi push bike, tentu dengan berbagai alasan. Mereka lebih memilih sepeda roda tiga atau roda empat sampai sang anak siap untuk menggunakan sepeda kayuh.
Saat ini, kompetisi push bike di Indonesia mulai menjamur. Dia bisa dengan mudah dilakukan dimana saja. Sebut saja misalnya di pusat perbelanjaan (mall), basement gedung, hingga ruang terbuka.
Tentunya bukan kompetisi profesional namun lebih kepada memberikan kesempatan bagi anak untuk menunjukkan kemampuannya mengendalikan sepeda dengan terampil.
Jika Anda menginginkan push bike yang baik, ada baiknya memperhatikan beberapa ciri-ciri berikut:
!. Geometri yang tepat
Sepeda keseimbangan harus menempatkan anak dalam posisi tegak hingga sedikit condong ke depan. Wheelbase yang cukup panjang (jarak antara pusat roda depan dan belakang) membuat sepeda lebih stabil.
Jika jarak antara setang dan tempat duduk terlalu sempit, anak akan merasa tidak nyaman saat berdiri tegak, atau bahkan sedikit condong ke belakang, dan lututnya akan membentur setang seiring bertambahnya usia.
Jika jarak antara kursi dan palang terlalu jauh, anak akan membungkuk dan membebani setang terlalu banyak.
2. Ketinggian stand-over rendah
Ini adalah ketinggian ban utama sepeda (juga disebut ban atas). Idealnya, ketinggian ini sekitar 7 hingga 8 inci dari permukaan tanah pada push bike dengan ukuran ban 12 inci, yang cukup rendah bagi sebagian besar anak usia 2 tahun untuk berdiri dengan nyaman.
Ketinggian stand-over yang rendah menurunkan pusat gravitasi sepeda dan memungkinkan anak yang ragu-ragu menjaga keseimbangan sepedanya dapat dengan mudah melompat.
3. Bobot yang wajar
Sepeda keseimbangan yang baik tidak boleh memiliki berat lebih dari 30% dari berat anak. Dengan bobot yang ringan, anak dapat mudah mengangkatnya.
Anak juga mudah mendorongnya melalui setang, dan yang paling penting, menghentikannya, terutama jika mereka menggunakan kaki dan bukan rem tangan.