SportlinkNews - Juara Formula 1 2009 Jenson Button memprediksi bahwa perubahan regulasi 2026 akan menjadi kesempatan bagi Lewis Hamilton untuk menunjukkan performa terbaiknya atau mungkin akan mundur.
Sebagaimana diketahui, Lewis Hamilton mengukir prestasi emas bersama Mercedes selama 12 tahun dengan menghasilkan enam dari tujuh gelar juara dunia dan delapan gelar konstruktornya.
Namun, Hamilton kemudian hijrah ke Ferrari pada awal 2025. Setelah bergabung dengan tim Maranello, pembalap Inggris itu kesulitan beradaptasi dengan tim, bahasa, dan unit tenaga yang baru.
Baca Juga: Ducati Segel Gelar Juara Dunia Tim MotoGP 2025, Alex Marquez Jadi Pembalap Independen Terbaik
Meskipun Hamilton menghadapi kesulitan di musim perdananya bersama Ferrari, ia berada di posisi keenam klasemen pembalap dengan 125 poin.
Ia meraih kemenangan sprint race pertamanya di China, dan finis terbaiknya di grand prix tahun ini adalah posisi keempat di Emilia-Romagna, Austria, dan Inggris.
“Kita telah menyaksikan beberapa hal brilian sepanjang tahun ini,” ujar Button kepada Sky Sports F1 di Singapura.
Baca Juga: Gagal Bawa Kemenangan di Super League 2025/26 Semen Padang FC Lepas Pelatih Eduardo Almeida
“Saya mengingatnya kembali ke sprint Shanghai, yang sangat mengesankan. Performanya tidak cukup konsisten sepanjang tahun sehingga ia tidak memiliki kepercayaan diri yang sama terhadap mobilnya."
“Ia tidak memiliki tim yang solid seperti yang ia miliki selama bertahun-tahun, membalap di Mercedes sebagai juara dunia. Memang butuh sedikit waktu," jelas Jenson Button.
Tahun 2026 akan menjadi tahun pengenalan gelombang regulasi baru dalam kejuaraan, yang menurut Button akan menjadi titik balik bagi pembalap berusia 40 tahun itu.
Baca Juga: Gagal Gabung Timnas Indonesia, Emil Audero Sampaikan Pesan Dukungan
"Dengan perubahan regulasi baru, yang sangat besar untuk tahun depan, saat itulah kita akan melihat Lewis dalam performa terbaiknya, atau Lewis yang mungkin akan meninggalkannya," tambah Button.
Sementara itu, diketahui, Lewis Hamilton membahas perkembangannya dengan kepala tim Ferrari yang dipimpin Fred Vasseur setelah Grand Prix Azerbaijan.
Artikel Terkait
Ini Rumit, Lewis Hamilton Buka-bukaan Tentang Kehidupan Cinta & Rencana Pensiun
Lewis Hamilton Bilang Ferrari Perlu Mengganti Pembalap Usai Dirinya Gagal Meraih Pole di Hungaroring
Lewis Hamilton Menjual Seluruh Koleksi Mobilnya Tapi Masih Naksir Ferrari F40
Lewis Hamilton Berduka, Roscoe Meninggal dalam Pelukannya