Ia resmi menjadi kepala tim untuk pertama kalinya pada awal tahun 2024, menggantikan Franz Tost yang telah lama mengabdi di Faenza.
"Saya pikir ia memiliki pemahaman yang sangat, sangat baik tentang bisnis ini, setelah memulai sebagai teknisi dan kemudian bekerja di FIA," kata Frederic Vasseur ketika Mekies meninggalkan Ferrari.
"Dan jelas dalam posisi seperti ini, Anda membutuhkan seseorang yang memiliki pemahaman penuh tentang perusahaan," tambahnya.
Baca Juga: Stadion Brawijaya Terus Berbenah Menyambut Gelaran Super League 2025/26
Kepemimpinan Mekies tidak luput dari perhatian, karena ia menunjukkan bahwa ia dapat menangani berbagai tanggung jawab yang dibutuhkan untuk menjalankan tim Formula 1 modern dan organisasinya.
Laurent Mekies kini resmi menggantikan Christian Horner. Mekies kini menghadapi tantangan paling signifikan dalam kariernya: memimpin operasi yang jauh melampaui lingkup tim tradisional.
Mekies akan diadang berbagai permasalahan baru yang tidak ditemukannya di tim sebelumnya.
Baca Juga: Ribuan Penggemar Tril Tumplek di Arisan Tril Tua, Aktris Poppy Sovia Kepincut Trek Offroad
Red Bull tengah membangun terowongan angin baru, mengembangkan unit daya internal pertamanya dengan Ford, dan baru-baru ini diguncang oleh pertikaian internal yang bahkan menimbulkan keraguan atas masa depan Max Verstappen.
Kita tunggu saja bagaimana performa Laurent Mekies dalam memimpin Red Bull.
Perjalanan karier Laurent Mekies:
2001-2003: Arrows
2003-2005: Minardi
2006-2014: Toro Rosso
2014-2017: FIA
2018-2023: Ferrari
2024-2025: Racing Bulls
2025-present: Red Bull