Sebagai warga Maghrabi yang bangga, Hakimi melakukan debut seniornya untuk Atlas Lions pada tahun 2016 di usianya yang baru 17 tahun, dan meskipun memimpin negaranya meraih dua Piala Dunia, tiga gelar Piala Afrika, dan yang terbaru, perunggu di Olimpiade Musim Panas 2024, ia tidak puas hanya dengan berpartisipasi.
"Bersama Maroko, rasanya berbeda. Piala Dunia tidak diadakan setiap tahun, dan salah satu ambisi saya sebelum pensiun adalah memenangkan sesuatu bersama Maroko—Piala Dunia atau Piala Afrika—sesuatu yang istimewa yang membuat negara saya bangga."
Sepanjang masa kecilnya, Hakimi sering kembali ke tanah kelahirannya untuk tetap terhubung dengan budaya setempat, dan ikatannya yang erat dengan akarnya terlihat jelas.
“Mencapai semifinal Piala Dunia 2022 bersama Maroko adalah pengalaman yang tak terlupakan, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi seluruh negeri. Itu adalah sejarah, dan merasakan kebanggaan rakyat kita adalah sesuatu yang benar-benar istimewa,” kata Hakimi.
Baca Juga: Reebok Luncurkan Logo Tanda Tangan Angel Reese, Simbol Era Baru dalam Budaya Sneaker WNBA
Dengan sepatu bot UA yang kini ada di gudang senjatanya, hal itu mungkin akan membawanya selangkah lebih dekat dalam mengejar kejayaan abadi.
Semifinal 2022 juga mempertemukan Hakimi dengan sahabat terdekatnya di dunia sepak bola, penyerang Real Madrid Kylian Mbappe.
Ketika ditanya siapa pemain terbaik yang pernah ia lawan, ia dengan cepat mengakui, “Tentu saja, Kylian, tetapi selain dirinya, Vini Jr. atau Rafael Leao.”
Ia juga tertawa saat mengakui bahwa Mbappe akan menjadi orang yang mengalahkannya dalam perlombaan.
Baca Juga: Amburadul di GP Inggris, Maverick Vinales Lupakan Silverstone dan Fokus ke Aragon
Namun, pemain Maroko itu tidak hanya menetapkan standar di lapangan. Setelah lulus dari dua ibu kota mode paling ikonik di dunia—Milan dan Paris—ia mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemimpin gelombang mode sepakbola.
Sering tampil di sampul majalah Vogue, GQ, L’Officiel, dan Art Basel, bek kanan ini telah menjadi ikon gaya yang diakui.
“Elegan, klasik, dan nyaman,” kata Hakimi saat diminta untuk mendeskripsikan gayanya hanya dalam tiga kata.
Yang benar-benar menonjol adalah kemauannya untuk tidak hanya mengekspresikan dirinya tetapi juga bereksperimen dengan penampilannya sambil tetap setia pada kepribadian dan budayanya.
Baca Juga: Sabar/Reza Ikuti Langkah Fajar/Rian ke Babak Kedua Singapore Open 2025
Artikel Terkait
5 Berita Transfer Teratas Serie A: Rekrutan Pertama Inter, Milan Panggil Allegri, Palladino Mundur
Ruben Amorim Geram, Merasa Bersalah dalam Kekalahan Mengejutkan dari ASEAN All Stars
China Akan Gempur Timnas Indonesia, Begini Susunan Pemain Awal Racikan Branko Ivankovic
Patrick Kluivert Coret 4 Pemain Jelang Lawan China Termasuk Marselino, Timnas Indonesia Dalam Masalah Besar
Real Betis 1 Chelsea 4: Trofi Pertama Enzo Maresca dari Liga Konferensi