SportlinkNews - Mengingat 125 tahun sejarah klub, PUMA dan AC Milan telah meluncurkan seragam kandang baru untuk musim 24/25, yang menampilkan corak tradisional garis-garis merah dan hitam klasik.
Milan terkenal sebagai salah satu rumah mode yang tak lekang oleh waktu. Berbagai ide-ide maupun kreasi tak pernah berhenti.
Dan dengan memanfaatkan hal ini serta warisan sepak bola kota ini, PUMA telah merilis seragam kandang AC Milan yang baru untuk musim 24/25, yang secara mulus menyatukan sejarah Milan.
Baca Juga: Fesyen LeBron James Membius Cepat Penikmat NBA
Rossoneri dengan masa depan desain kit. Pakaian ini akan melakukan debutnya di lapangan pada pertandingan kandang terakhir musim ini di San Siro melawan Salernitana dan juga akan dikenakan oleh Tim Utama putra dalam pertandingan persahabatan melawan AS Roma di Perth, Australia pada 31 Mei.
Kaus ini menampilkan gaya klasik Rossoneri, dengan garis-garis merah dan hitam yang dipadukan dengan detail putih di kerah, manset, dan panel samping.
Ini adalah penampilan AC Milan terbanyak yang bisa Anda dapatkan. Motif ini sengaja dipilih sebagai pengakuan atas ulang tahun ke-125 klub tahun ini, yang juga dirayakan melalui tempelan khusus di bagian belakang jersey.
Baca Juga: Nike SB Dunk Low Terungkap Dalam Sampel Seattle Sonics
Ungkapan “Social Club Institution” di kerah bagian dalam, melambangkan dedikasi Klub yang teguh terhadap isu-isu sosial, menggarisbawahi peran AC Milan sebagai lembaga sosial dan budaya yang berkomitmen untuk mendorong perubahan masyarakat yang positif, sejalan dengan nilai-nilainya.
Maikel Oettle, Chief Commercial Officer AC Milan, berkomentar: “Kostum Home baru AC Milan adalah bukti kekayaan warisan kami dan warisan abadi Milanismo, yang mampu menyatukan lebih dari 500 juta penggemar di seluruh dunia."
"Jersey ini benar-benar mewujudkan semangat semangat, dedikasi, dan inovasi yang mendefinisikan Klub kami. Kami bangga meluncurkan seragam khusus ini, yang melambangkan komitmen kami tidak hanya terhadap keunggulan sepak bola tetapi juga peran kami sebagai institusi sosial dan budaya,” kata Maikel Oettle.
Baca Juga: Catur Bukan Olahraga, tapi Permainan Interlektual? Cek Kamus Cambridge
Marco Mueller, Senior Director of Product Line Management Teamsport Apparel PUMA, menambahkan, “AC Milan lebih dari sekedar klub – ini adalah simbol performa di level tertinggi yang ingin kami kombinasikan dengan inovasi performa, desain, dan teknologi."
"Dengan warna-warna klasik dan representasi visual dari genom manusia, ini merayakan bagaimana kecintaan terhadap AC Milan telah diturunkan dari generasi ke generasi, Dibuat dengan Milanismo, dari Milan hingga dunia.”