SportlinkNews - Simone Inzaghi mencatat Inter bermain dengan kekuatan ketika menaklukkan Barcelona 4-3 pada leg kedua semifinal Liga Champions.
Laga dramatis di San Siro, Rabu 7 Mei 2025 dini hari itu, mengantar Inter ke final dengan agregat kemenangan 7-6 (leg pertama imbang 3-3).
Inzaghi mengklaim Inter layak berada di Final Liga Champions. Tapi ia menegaskan Lamine Yamal bukanlah lawan yang paling membuatnya terkesan.
Baca Juga: Inter 4-3 Barcelona: Rating Lamine Yamal Paling Tinggi di San Siro
Pelatih asal Italia itu telah membawa Nerazzurri ke Final Liga Champions kedua hanya dalam tiga musim. Sebuah pencapaian yang luar biasa terutama mengingat anggaran mereka lebih rendah daripada tim mana pun yang bahkan lolos ke perempat final.
Itu adalah malam dramatis lainnya setelah 3-3 di Montjuic, karena Inter memimpin 2-0 melalui Lautaro Martinez dan penalti Hakan Calhanoglu.
Tapi Barcelona membalikkannya untuk memimpin 3-2 melalui Eric Garcia, Dani Olmo, dan Raphinha.
Baca Juga: Ronaldo Bangga Putranya Masuk Skuat Timnas Portugal U-15
Francesco Acerbi memaksakan perpanjangan waktu pada menit ke-93 dengan gol pertamanya di Liga Champions pada usia 37 tahun, setelah itu Davide Frattesi mencetak gol untuk mengamankan kemenangan 4-3, agregat 7-6.
Inzaghi bermurah hati atas kemenangan tersebut
“Kita juga harus memuji Barcelona, karena mereka benar-benar lawan yang tangguh,” kata Inzaghi kepada Sky Sport Italia.
Lebih lanjut diutarakan dirinya membutuhkan Inter yang super. Jadi ia memuji para pemain karena menampilkan dua penampilan luar biasa dalam dua leg.
Baca Juga: Liga Champions: Terungkap Alasan Acerbi Marah Setelah Inigo Martinez Melakukan Tindakan Menjijikan
"Itu adalah satu-satunya cara untuk mencapai Final. Saya sangat bangga menjadi pelatih mereka, karena mereka memberikan segalanya dan mereka yang turun dari bangku cadangan juga memiliki sikap yang tepat," ujarnya.
Inzaghi menuturkan bahwa para pemain harus menikmati setiap momen di depan para penggemar. Mereka benar-benar bahagia. Menurutnya mereka teladan.
"Saya memberi tahu para pemain untuk percaya, bahwa kami dapat mencoba membatasi Barcelona, meskipun itu tidak mudah dilakukan. Kami memiliki Lautaro, Dumfries, dan Frattesi yang tidak fit 100 persen, jadi kami harus menggunakan hati kami untuk melewati setiap rintangan,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Legenda Hidup Basket Indonesia Ali Budimanysah Ungkap Perbedaan Era di Lapangan
Alasan PSSI Pilih Bali Jadi Tempat TC Timnas Indonesia Jelang Lawan China dan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Balap MotoGP Mendarat di Sirkuit Le Mans, Dominasi Ducati akan Dapat Tantangan Berat
Akhir Dramatis Bagi Thunder di Semifinal Konferensi, Nuggets Menang 121-119
Lautaro Martinez Menangis Selama 2 Hari, tapi Inter Dapat Menulis Sejarah
Kekalahan Barcelona dari Inter Tidak Adil, Hansi Flick Kecam Wasit