Pria berusia 49 tahun ini juga membawa pulang satu trofi domestik ke Roma sebagai pelatih.
Ia menggantikan Antonio Conte di Inter pada musim panas 2021, memenangkan Piala Super domestik dan Coppa Italia pada musim pertamanya sebagai pelatih.
Ia mempertahankan kedua trofi tersebut dan mencapai final Liga Champions pada 2022/23, serta menambah satu gelar Serie A musim lalu.
Baca Juga: Donnarumma Singgung Kepergian Mbappe Mengubah PSG
Harus diakui, pemain kunci Inter adalah Lautaro Martínez. Penyerang Argentina ini menjadi pencetak gol terbanyak Serie A pada 2023/2024 dengan 24 gol dalam 33 penampilan di divisi tersebut, musim ketiga berturut-turut ia mencetak lebih dari 20 gol.
Terkenal karena kerja kerasnya yang tak kenal lelah, penempatan posisi yang cerdas, dan penyelesaian akhir yang tenang, Martínez terus memimpin dari depan sebagai kapten Nerazzurri.
Tahukah Anda?
Kemenangan agregat Inter 7-6 atas Barcelona di semifinal menyamai rekor gol terbanyak di babak sistem gugur Liga Champions (Liverpool 7-6 Roma di semifinal 2017/18, dan Bayern 12-1 Sporting CP, di babak 16 besar 2008/09).
Baca Juga: Satu Gelar di Indonesia Open 2025, Target Paling Realistis
PARIS SAINT-GERMAIN (PSG) (Prancis)
- Fase liga: M4 S1 K3 K14 S9 (peringkat ke-15)
- Play-off fase gugur: Brest 10-0 agg (3-0 kandang, 7-0 kandang)
- Babak 16 besar: Liverpool 1-1 agg (agg, 4-1 lewat adu penalti) (0-1 kandang, 1-0 kandang)
- Perempat final: Aston Villa 5-4 agg (3-1 kandang, 2-3 kandang)
- Semi final: Arsenal 3-1 agg (1-0 kandang, 2-1 kandang)
- Peringkat koefisien UEFA: 6
- Pencetak poin Fantasy Football teratas: Achraf Hakimi (113)
- Penampilan terbaik Piala Eropa: Runner-up (2019/20)
- Musim lalu: Semi final (0-2 agg vs Dortmund)
PSG bisa dibilang sebagai tim yang sedang dalam performa terbaik di Eropa saat ini. Pasukan Luis Enrique telah melaju kencang menuju gelar Ligue 1.
Baca Juga: Ketahuan Sifat Asli Megawati Usai Dirujak Netizen Proliga, Bodoh Kalian, Anjrit
Pertandingan dua leg yang sangat sengit dengan Liverpool di babak 16 besar Liga Champions sudah cukup menunjukkan kualitas tim asal Paris ini.
Selanjutnya, PSG secara berturut-turut mengalahkan semua wakil Inggris di Liga Champions: menyingkirkan Aston Villa dan membungkam Arsenal.
PSG menjadi salah satu tim paling multi-segi di Eropa. Dengan memadukan gelandang yang mampu menguasai bola dan mencari ruang melawan struktur lawan yang kuat.
Artikel Terkait
WorldSBK Italia: Nicolo Bulega Sapu Bersih Podium di Semua Race
Cadillac Perkenalkan Logo Tim yang akan Digunakan di Balap F1 Mulai 2026
Trofi Juara Liga 1 2025 Diserahkan 24 Mei, Persib Akan Diarak
Gerard Pique Dukung Luis Enrique: PSG Tak Salah Pilih Pelatih untuk Juara Liga Champions