Mereka tahu bahwa level individu lebih unggul, tidak hanya 11 pemain inti tetapi juga banyak pemain pengganti yang sangat bagus.
"Saya pikir pertandingan ini bukan hanya kekalahan bagi Vietnam tetapi juga pelajaran bagi kita untuk dipikirkan. Sekarang, kita perlu menentukan jalan mana yang harus ditempuh untuk mengejar mereka," tegas Quang Huy.
"Kita ingat bahwa lebih dari 10 tahun yang lalu, Calisto mengundang beberapa pemain naturalisasi untuk bergabung dengan tim nasional, tetapi kemudian ada opini publik sehingga mereka ditekan."
Baca Juga: Empat Pesepakbola Putri Belanda Jalani Prosesi Naturalisasi, Siap Bela Timnas Wanita
"Baru setelah Indonesia menang telak atas Vietnam, kita membuka pintu bagi pemain seperti Xuan Son dan naturalisasi pemain Vietnam di luar negeri baru-baru ini menjadi lebih terbuka."
Vietnam memiliki Nguyen Filip, yang telah bermain sejak Piala ASEAN. Baru-baru ini, Quang Vinh dan Xuan Son, pemain yang telah membuat nama untuk diri mereka sendiri.
"Itu berarti kita perlu tekanan agar tidak tertinggal terlalu jauh oleh Indonesia, dan sekarang Malaysia terus mengungguli kita," ujarnya.
Jika Malaysia melawan Indonesia, diyakini Timnas Indonesia tidak akan mampu bersaing. Malaysia memiliki pemain yang lebih baik dan bermain sepak bola yang sangat langsung, dengan gaya Eropa.
Baca Juga: Meski Dihajar Jepang, Timnas Indonesia Tetap Naik 5 Peringkat di Ranking FIFA
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang? Sebenarnya, setelah pertandingan, saya memikirkan cerita ini sebentar tetapi tidak memiliki arah yang pasti," katanya.
Sejujurnya, FIFA mungkin tidak dapat membayangkan bahwa naturalisasi akan terjadi secara besar-besaran, dan sekarang hanya generasi F3 dan F4 yang dapat dinaturalisasi.
Ada kasus-kasus yang latar belakangnya tidak jelas, tetapi hanya mengklaim sebagai orang Malaysia saja sudah cukup... Situasi ini sangat mengkhawatirkan.
"Kami telah melakukan beberapa langkah setelah Indonesia melampaui Vietnam. Kami hanya melangkah sedikit, sementara Malaysia telah melangkah jauh. Setiap negara memiliki pendapatnya sendiri tentang apa yang benar atau salah. Tetapi untuk mengejar mereka, saya merasa sangat bingung sekarang, dan saya tidak tahu jalan mana yang harus diambil saat ini," Quang Huy memaparkan.
Baca Juga: Belanda Cetak 8 Gol, Aleksandar Mitrovic Bintang bagi Serbia Diterbitkan
Banyak orang menunggu 31 Maret 2026 ketika tim nasional Vietnam akan bertemu Malaysia lagi di kandang sendiri untuk "membalas dendam".
Artikel Terkait
HBL Bukan Wanita Biasa, Kantongi 25 Suara Pengprov sebagai Calon Ketum Pertina
Media Korea Ingatkan Timnas Indonesia Jangan Terlalu Gampang Senang, AFC Memihak Arab Saudi dan Qatar untuk Lolos ke Piala Dunia
Jadi Homebase PSM Makassar, Stadion BJ Habibie Dibanjiri 30 Ribu Lebih Suporter
Kejadian Langka di IBL, Dua Pemain Pelita Jaya Masuk 1.000 Points Club di Laga Melawan Borneo Hornbills
Kunjungi Shoot 360, DBL Indonesia All-Star Poles Skill Dribbling dan Ball Handling Lewat Teknologi Sport Science