“Mereka bermain sangat kuat dan terstruktur.”
Baca Juga: KONI Kab/Kota Se-Jateng Minta Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 Dicabut
Inzaghi juga menyebut telah mempelajari pola permainan Fluminense secara mendalam, khususnya strategi bertahan mereka saat menaklukkan Inter, klub yang sebelumnya ia tangani.
Menurutnya, hal itu menjadi poin penting untuk diantisipasi oleh Al Hilal.
Pelatih berusia 51 tahun itu baru bergabung dengan Al Hilal pada awal Juni 2025, tepat beberapa pekan sebelum dimulainya Piala Dunia Klub.
Baca Juga: Ini Sepatu Lari yang Tepat untuk Semua Jenis Pelari, Menurut Para Profesional
Ia datang menggantikan pelatih sebelumnya usai mengakhiri masa jabatannya bersama Inter Milan.
Keputusan untuk mundur dari Inter diambil setelah timnya mengalami musim yang mengecewakan, termasuk kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions.
Meski baru seumur jagung menukangi Al Hilal, Inzaghi mengaku puas dengan etos kerja dan semangat yang ditunjukkan anak asuhnya.
“Sejak hari pertama saya di Arab Saudi dan sekarang di Amerika Serikat, sikap dan tekad mereka sungguh luar biasa,” ungkapnya.
Menurutnya, mentalitas pemain menjadi kunci di balik keberhasilan Al Hilal mencapai semifinal, dan hal itu akan terus menjadi fondasi utama dalam laga melawan Fluminense.
Artikel Terkait
Suporter Timnas Malaysia Tuduh FAM Sembunyikan Rahasia Asal Usul Pemain Naturalisasi
Gazzetta: Vlahovic Siap Absen dari Musim Juventus 2025-26
Kostum Latihan Sponsor, Manchester United Kehilangan Rp 471 Miliar, Para Penggemar Sebut Memalukan
Semua Kebagian, Ini Hadiah Uang Piala Dunia Antarklub, Real Madrid Raup Paling Banyak
Penampakan Mobil Lamborghini Huracan Seharga Rp 4,8 Miliar dalam Kecelakaan Diogo Jota