Klub berkostum biru itu dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di K-League, sejajar dengan Jeonbuk Hyundai Motors.
Baca Juga: El Rumi Raja Ring Selebriti, Hajar TKO Jefri Nichol dalam 38 Detik
“Saya senang menerima tawaran dari Ulsan, tetapi saya juga merasakan tekanan,” ujar Shin.
“Ulsan selalu dianggap sebagai klub besar di K-League. Saya percaya jika kami bisa melewati masa sulit ini, hari-hari baik akan datang.”
Mantan pelatih timnas Indonesia itu menegaskan komitmennya untuk membangun kembali kekuatan Ulsan.
Baca Juga: Prediksi Crystal Palace vs Liverpool: Pratinjau Superkomputer Opta Community Shield
Ia berharap bisa mengembalikan performa tim agar kembali disegani, baik di liga domestik maupun kompetisi internasional.
“Saya akan mendedikasikan diri untuk membangun ulang tim besar ini,” tegasnya.
Laga melawan Jeju menunjukkan bahwa Shin mampu memberikan sentuhan instan pada permainan tim.
Baca Juga: Pemenang Community Shield Tidak Jaminan Juara Liga Primer Inggris
Pertahanan lebih rapat, organisasi serangan lebih rapi, dan pemain tampak bermain dengan motivasi tinggi.
Hal ini menjadi sinyal positif bagi suporter Ulsan yang telah lama menanti kemenangan.
Ke depan, Shin akan menghadapi tantangan berikutnya saat Ulsan bertemu Suwon FC, mantan klub pemain Indonesia Pratama Arhan, pada Sabtu (16/8/2025).
Baca Juga: Seni, Olahraga, dan Sains untuk Usia Dini
Pertandingan ini akan menjadi ujian lanjutan bagi Shin untuk menjaga tren positif yang baru saja dimulai.
Artikel Terkait
KONI Sumsel Geruduk Permenpora: Pembinaan Atlet Terancam Mati Suri!
Sassuolo Perkenalkan Jay Idzes, Selamat Datang di Tim Hitam dan Hijau
Media Vitenam Sindir Jay Idzes Usai Dikontrak Sassuolo, Banderolnya Kemahalan untuk Pemain Timnas Indonesia
Arsenal 3 Athletic Bilbao 0: Viktor Gyokeres Cetak Gol Pertama yang Tidak Biasa
Reaksi Suporter Asia Tenggara Setelah Timnas Putri Indonesia Diobok-obok Vietnam