"Dia membuat kami bekerja keras dan kami harus membayarnya dengan performa di lapangan,” kata Barella.
Baca Juga: Erick Thohir: Lebanon Lawan Selevel untuk Ukur Kekuatan Timnas
Senada dengan itu, bek Inter Alessandro Bastoni menilai kemenangan telak atas Estonia lebih dari sekadar aspek teknis.
“Lima gol ini datang dari rasa lapar yang ditanamkan pelatih dalam beberapa hari terakhir. Apa yang disentuh Gattuso memberi energi luar biasa,” ujar Bastoni.
Ia bahkan menyebut pelatih baru mereka sempat memberi “tamparan” sebagai bentuk dorongan motivasi.
Baca Juga: Transfer Jadi Kendala, Erick Thohir Beri Ruang untuk Mees Hilgers
Menanggapi hal itu, Gattuso menegaskan bahwa dirinya tidak benar-benar menampar pemain.
Namun, ia menekankan pentingnya semangat juang di samping kualitas teknis.
“Untuk menjadi juara, kualitas saja tidak cukup. Anda butuh semangat, keinginan untuk menderita demi hasil."
Baca Juga: Timnas Indonesia Tunjukkan Progres, Kluivert Beri Catatan dari Laga Kontra Taipei
"Italia pernah menjadi master dalam hal ini dan kini kami harus menemukannya kembali,” tutur eks pelatih Napoli itu.
Meski demikian, Giacomo Raspadori justru membenarkan pernyataan Bastoni.
Penyerang Atletico Madrid itu mengaku sempat menerima tamparan di leher dari sang pelatih.
Baca Juga: Rinov/Pitha Kena Evaluasi Besar, Absen Tiga Turnamen BWF Setelah Hasil Buruk di Paris
“Pelatih benar-benar menampar kami. Tapi dari situ, dia menanamkan determinasi dan kegigihan yang kami butuhkan,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Drama Transfer Usai, Rodrygo Fokus Rebut Posisi Vinicius Junior
Arsenal dan adidas Gandeng NTS Hadirkan Koleksi Lifestyle Bernuansa Retro
Fernando Alonso Bawa Aston Martin 1 Juta Dollar ke Sirkuit Monza
Livoli 2025: Mitra Bank Jateng Tersingkir, Kharisma Premium Fokus Tembus Empat Besar
Timnas Indonesia Bungkam China Taipei 6-0 pada FIFA Matchday di GBT