Menurut Khairy, FIFA seharusnya sudah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap dokumen para pemain saat proses naturalisasi berlangsung.
Baca Juga: Skandal Naturalisasi Malaysia, AFC Klarifikasi soal Sanksi FIFA
Karena itu, ia mempertanyakan alasan perubahan keputusan yang berujung sanksi berat bagi Malaysia.
“FIFA sudah menyetujui kelayakan mereka melalui proses yang semestinya."
"Itu berarti dokumen mereka sudah diverifikasi dan pemeriksaan menyeluruh telah dilakukan. Kenapa sekarang berubah pikiran?” ucapnya.
Baca Juga: Skenario Marc Marquez Jadi Juara Dunia MotoGP 2025 di Jepang
Selain itu, Khairy juga menanyakan pihak mana yang melayangkan keluhan hingga akhirnya FIFA mengambil langkah tegas.
“Siapa yang mengajukan keluhan?” katanya. Pertanyaan ini muncul karena dalam rilis resmi FIFA tidak disebutkan identitas pelapor.
Meski begitu, sebelumnya media Vietnam sempat melaporkan adanya kecurigaan terhadap pemain naturalisasi Malaysia.
Laporan itu muncul setelah Vietnam kalah 0-4 dari Malaysia pada laga kualifikasi, dan mereka disebut berencana mengajukan protes ke FIFA.
Dugaan inilah yang memicu langkah disiplin terhadap FAM dan para pemain naturalisasi.
Situasi ini juga memunculkan perdebatan di kalangan publik Malaysia.
Baca Juga: Honda Bangkit di MotoGP Jepang 2025, Joan Mir dan Luca Marini Lolos ke Q2
Beberapa warganet bahkan menyinggung nama Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, yang dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Artikel Terkait
Ousmane Dembele Menangkan Ballon d’Or 2025, Unggul Jauh dari Lamine Yamal
Juventus Ingin Putuskan Rekor Kekalahan Kandang Melawan Atalanta
Persib Waspadai Persita, Bojan Hodak Lakukan Rotasi Pemain
Catatan Menarik Menjelang Duel Persis Solo vs Arema FC di Pekan Ketujuh Super League 2025/26
Data dan Fakta Menarik Duel Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta di Pekan Ketujuh Super League 2025/26