Pasalnya, FIFA dan UEFA bergerak cepat menjatuhkan sanksi kepada Rusia pada 2022 setelah invasi ke Ukraina.
Baca Juga: Alo Berkolaborasi dengan Bintang NBA Jimmy Butler untuk Kolaborasi Sepatu Pertamanya
Hal serupa juga terjadi pada 1961 ketika Afrika Selatan dilarang tampil akibat kebijakan apartheid.
Namun, terhadap Israel, FIFA bersikap berbeda.
Timnas Israel tetap bisa berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menggunakan kandang sementara di luar negaranya.
Baca Juga: Rapat Pleno KONI Kaltim Bahas Musorprov, Rusdi Tegaskan Takkan Maju Periode Kedua
Klub-klub asal Israel juga masih leluasa mengikuti kompetisi antarklub Eropa.
Akibat perlakuan berbeda ini, FIFA dituding munafik.
Kritik datang dari berbagai tokoh, termasuk Ketua Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, yang menyebut perlakuan FIFA “mengejutkan.”
Baca Juga: 3 Pemain Terkaya di Dunia: Ronaldo dan Messi Masih Harus Menghormati Sosok Istimewa
Craig Mokhiber, mantan direktur Komisi Tinggi PBB untuk HAM, bahkan menilai sikap FIFA penuh kemunafikan karena menunda-nunda tindakan terhadap Israel.
Sebelum pernyataan Infantino, Wakil Presiden FIFA yang juga Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, menyebut persoalan Israel menjadi kewenangan UEFA.
“Israel adalah anggota UEFA. Maka, urusan mereka juga keputusan UEFA,” ujarnya.
Baca Juga: Di Tengah Skandal Pemain Naturalisasi, Sepak Bola Malaysia Mendapat Kabar Baik dari AFC
Jika tidak ada sanksi, Israel tetap bisa melanjutkan kiprah di Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Artikel Terkait
Pelatih Roma, Gasperini, Mengecam: Saya Belum Pernah Melihat Tiga Penalti Aneh
Fiorentina 2-0 Sigma, Pioli: Menang Memang Membantu, tapi Kami Harus Terus Berkembang
Liga Europa 2025/2026: Go Ahead Eagles Bikin Kejutan, Utrecht dan Feyenoord Tumbang
Feyenoord 0-2 Aston Villa: Dinodai Bentrokan Suporter dengan Pelemparan Gelas
FIFA Luncurkan TRIONDA, Bola Resmi Piala Dunia 2026 yang Penuh Makna