SportlinkNews - Tim nasional Malaysia tetap melanjutkan program naturalisasi pemain meskipun sedang dijatuhi sanksi oleh FIFA.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Tunku Ismail, pemilik klub Johor Darul Tazim (JDT) sekaligus mantan Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Ia menegaskan bahwa program naturalisasi masih menjadi bagian penting dalam pengembangan sepak bola Malaysia, meski saat ini federasi tengah menghadapi tekanan akibat kasus pemalsuan dokumen pemain.
Baca Juga: Jay Idzes Kokoh di Pertahanan Sassuolo, Fabio Grosso Beri Kepercayaan Penuh
Dalam pernyataannya, Tunku Ismail menyebut ada 27 pemain yang tengah dipersiapkan untuk dinaturalisasi menjadi warga negara Malaysia.
Namun, tidak semua pemain itu sudah mendapat persetujuan dari pihak berwenang.
“Ada sekitar 27 pemain yang diusulkan untuk dinaturalisasi sebagai warga negara Malaysia,” ujarnya.
Baca Juga: Gary Neville Sebut Milos Kerkez Jadi 'Virus' di Liverpool, Biang Kemunduran The Reds
“Dari 27 pemain ini, hanya beberapa yang telah disetujui oleh Departemen Registrasi Nasional (NRD).”
Tunku Ismail menambahkan, Malaysia akan terus mengandalkan kombinasi antara pemain lokal dan pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad nasional.
Menurutnya, penggunaan pemain kelahiran luar negeri yang memiliki kualitas tinggi akan memberikan dampak positif bagi tim nasional.
Baca Juga: Awal Sulit Red Sparks di Liga Voli Korea 2025, Serangan Sayap Tak Lagi Menakutkan
“Sepak bola Malaysia akan terus mengeksploitasi pemain naturalisasi sambil tetap mengembangkan pemain lokal,” ucapnya.
Artikel Terkait
Messi Dituduh Nilep Uang Amal
Sebut Real Madrid Perampok El Clasico, Lamine Yamal Picu Keributan dengan Carvajal
Lamine Yamal Temperamental, Marcus Sorg Mengakui Terpengaruh oleh Atmosfer El Clasico
Juventus Dilanda Krisis, Del Piero Ungkap Masalah Besar
Sepatu Pernikahan Putri Diana Menampilkan Rahasia yang Tersimpan dalam Payet dan Mutiara