Ia menegaskan bahwa Norwegia akan berjuang mempertahankan posisi hingga akhir dan berusaha menutup fase ini dengan cara terbaik.
Baca Juga: Arsenal Terpukul Berat di Derbi London Utara, Gabriel Tertatih-tatih Keluar dari Laga Brasil
Bagi Norwegia, tiket menuju Piala Dunia sangat berarti mengingat mereka terakhir kali tampil pada 1998.
Rentang waktu 27 tahun membuat sebagian besar pemain inti saat ini bahkan belum lahir ketika Tore Andre Flo dan para pendahulunya tampil impresif di Prancis.
Dari 24 pemain pilihan Solbakken, 15 di antaranya lahir setelah Piala Dunia 1998, yang berarti mayoritas skuad tidak memiliki pengalaman hidup melihat Norwegia berlaga di turnamen empat tahunan itu.
Baca Juga: Petualangan Berisiko Aryna Sabalenka Berenang dengan Hiu
Solbakken sendiri merupakan bagian dari tim yang saat itu mengalahkan Brasil di fase grup dan melaju hingga babak 16 besar sebelum akhirnya disingkirkan Italia melalui gol Christian Vieri.
Ia menggambarkan penantian panjang ini bak “zaman batu” bagi sepak bola Norwegia.
Solbakken menyebut bahwa kemenangan di pertemuan pertama melawan Italia memberikan kepercayaan diri besar bagi timnya.
Baca Juga: Dusan Vlahovic Bermasalah dengan Serbia, Diragukan Tampil di Fiorentina
Selisih gol yang mereka tampilkan selama kualifikasi menurutnya berperan penting dalam menjaga momentum.
Ia menegaskan bahwa Norwegia akan tetap memberikan seluruh kemampuan mereka pada laga terakhir.
Di sisi lain, pelatih Italia Gennaro Gattuso menerima kenyataan bahwa timnya harus puas menempati posisi runner-up.
Baca Juga: Messi Segera Memiliki Patung di Luar Stadion Camp Nou
Ia mengeluhkan sistem kualifikasi yang membuat Italia tak bisa lolos otomatis meski meraih enam kemenangan beruntun.
Artikel Terkait
Lautaro Masuk 4 Besar Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa Argentina
Harry Kane di Ambang Menyamai Pele saat Inggris Menuju Albania
Conor Benn Vs Chris Eubank Jr ronde Demi Ronde: Destroyer Mendominasi Next Gen
Petinju Ini Butuh Oksigen Setelah Dihajar hingga Keluar Ring
Kylian Mbappe Dituduh Menerima Perlakuan Istimewa, Ada Pemain yang Muak