Direktur FC Twente, Dominique Scholten, menjelaskan bahwa pihak klub sudah berusaha menyelesaikan persoalan tersebut.
Baca Juga: Barcelona Kehilangan Pemain Belakang Selama 4 Bulan
Menurutnya, tidak semua hal dapat dikendalikan, dan keputusan klub diambil berdasarkan pertimbangan menyeluruh.
Ia mencontohkan bahwa kontrak pemain yang habis sebenarnya bukan masalah besar, sebagaimana terjadi pada Gijs Smal yang tetap bermain meski bergabung ke Feyenoord secara gratis.
Scholten menilai terdapat berbagai faktor yang memengaruhi keputusan manajemen soal Hilgers.
Baca Juga: Pesepak Bola Wanita Terseksi di Dunia Dibobol Maling
Ia tidak menampik bahwa peran agen turut memengaruhi situasi yang terjadi.
Hilgers dan Twente, ungkapnya, berada dalam hubungan panjang yang terjalin sejak ia bergabung pada usia muda.
Namun, komunikasi yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir membuat hubungan tersebut merenggang.
Baca Juga: Pengacara Kritik Federasi Sepak Bola Malaysia karena Bersikeras, Banding Tidak Berguna
Scholten mengingatkan bahwa pada perpanjangan kontrak terakhir, kedua pihak sempat mencapai kompromi dengan tawaran biaya transfer yang relatif rendah.
Namun, pada Mei lalu, mereka diberitahu bahwa agen Hilgers siap membiarkan sang pemain pergi.
Situasi itu membuat Twente mempercepat proses mendatangkan pemain baru, karena merasa kesepakatan sebelumnya sudah cukup jelas.
Baca Juga: Inter dan AC Milan Khawatir, Nama-Nama Besar Semakin Diragukan untuk Derby
Meski hubungan keduanya retak, Scholten menegaskan bahwa FC Twente tetap terbuka bagi Hilgers.
Artikel Terkait
Jafar/Felisha Awali Kebangkitan, Raih Kemenangan Meyakinkan di Australian Open 2025
Jonatan Christie Tersingkir di Babak Pertama Australian Open, Fokus Langsung Beralih ke World Tour Finals 2025
Indra Sjafri Kunci 18 Pemain Inti untuk SEA Games 2025, Lima Slot Lagi Diperebutkan
Indra Sjafri Hadapi Dinamika Pemanggilan Pemain: Klub Minta Pulang, Timnas Kejar Pemain Terbaik untuk SEA Games 2025
Ivar Jenner Ungkap Kekuatan Baru Garuda Muda: Adaptasi Taktik yang Makin Matang