Ivar Jenner Ungkap Kekuatan Baru Garuda Muda: Adaptasi Taktik yang Makin Matang

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 19 November 2025 | 23:19 WIB
Kemelut di depan gawang Mali U-22 saat uji coba internasional Timnas Indonesia U-22 di Stadion Pakansari, Selasa lalu, 18 November. (PSSI)
Kemelut di depan gawang Mali U-22 saat uji coba internasional Timnas Indonesia U-22 di Stadion Pakansari, Selasa lalu, 18 November. (PSSI)

SportlinkNews - Dua uji coba melawan Mali U-22 bukan hanya menjadi ajang evaluasi bagi Timnas Indonesia U-22, tetapi juga memperlihatkan gambaran kekuatan utama pasukan Garuda Muda.

Salah satu elemen terpenting datang dari fleksibilitas taktik serta peran kunci yang dimainkan oleh gelandang naturalisasi, Ivar Jenner.

Ivar mengakui bahwa tim Indonesia kini memiliki kemampuan memainkan beragam gaya bermain sesuai kebutuhan pertandingan.

Hal ini terlihat jelas dalam dua laga melawan Mali, di mana pendekatan permainan Timnas U-22 berubah secara signifikan.

Baca Juga: Update Cedera Gabriel Magalhaes Tamparan Bagi Arsenal

"Taktiknya sedikit berbeda. Kami bisa bermain dengan gaya yang berbeda. Itu poin bagus dari tim kami," ujar Ivar di Stadion Pakansari, Selasa, 18 November kemarin.

Pada laga pertama, Indonesia menerapkan skema dasar 4-3-3. Dalam formasi tersebut, Ivar mengemban peran sebagai gelandang bertahan nomor 6, berdiri tepat di depan lini belakang. 

Menghadapi Mali yang memainkan dua striker, tugasnya semakin penting untuk menjaga keseimbangan sekaligus membantu membentuk lini pertahanan yang lebih rapat.

"Kadang saya turun di antara dua bek tengah untuk membentuk 5-4-1. Itu juga bagian dari yang kami latih," ucapnya.

Baca Juga: Timnas Layar Indonesia Sabet Medali Emas, Marciano Norman: Semoga Bisa Meraih Emas Olimpiade

Dengan kebebasan yang diberikan pelatih, Ivar bahkan sempat berperan sebagai bek tengah dalam fase tertentu. Ia menjadi penghubung awal dalam build-up sekaligus pengalir bola utama ketika Indonesia membangun serangan dari bawah.

Meski tampil dominan pada laga pertama, kondisi berbeda terjadi pada pertemuan kedua. Mali lebih fokus menutup ruang geraknya, membuat Ivar sulit mengakses bola dan memulai permainan.

"Pertandingan kedua sedikit sulit. Coach mereka memasang pemain di depan dan belakang saya, jadi agak sulit untuk bermain dengan bola," jelasnya.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Tersisa 6 Tiket: Akankah Kereta Terakhir Memanggil Nama Italia?

Kendati demikian, Ivar menilai dinamika tersebut justru menunjukkan kekuatan lain dari Indonesia, yakni kolaborasi antar-gelandang, termasuk dengan Rivaldo yang baru pertama kali tampil bersama Ivar di lini tengah.

"Sebagai tim, terutama dengan Rivaldo di midfield, itu sangat bagus. Tapi pertandingan kali ini memang sedikit lebih sulit untuk saya mendapatkan bola," tambahnya.

Menurut Ivar, dua uji coba melawan Mali memperlihatkan satu kekuatan penting yang dimiliki Timnas U-22, yakni adaptasi taktik yang cepat dan kaya variasi. 

Timnas U-22 dinilai mampu bermain dengan struktur 4-3-3 untuk menjaga penguasaan bola, lalu kemudian berubah menjadi 5-4-1 dalam situasi bertahan.

Baca Juga: Ducati Tampil Impresif, Desmosedici GP26 Bawa Aura Positif Bagi Francesco Bagnaia dan Alex Marquez

Memberikan keleluasaan kepada gelandang bertahan untuk menginisiasi serangan, serta melakukan counter-attack saat menghadapi lawan yang lebih agresif

"Fleksibilitas ini menjadi modal besar untuk menghadapi persaingan di SEA Games 2025 Thailand, terutama karena Indonesia akan bertemu tim-tim dengan karakter dan gaya bermain yang berbeda," ungkap Ivar.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X