SportlinkNews - Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, menyatakan dukungannya terhadap gerakan boikot Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. Hal ini menyusul kekhawatiran soal keamanan selama turnamen tersebut berlangsung.
Pernyataan Blatter disampaikan melalui unggahan di X, merespons komentar Mark Pieth. Pengacara dan pakar antikorupsi Swiss, tersebut menyarankan agar para suporter mempertimbangkan risiko ketika menghadiri Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Pieth adalah orang memimpin Komite Tata Kelola Independen FIFA sepuluh tahun lalu. Ia meminta para suporter tidak terbang ke Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026 digelar.
Baca Juga: Panen Medali dan Rekor Dunia, Ketum KONI Pusat Puji Pembinaan Akar Rumput PABSI
"Jika kita mempertimbangkan semua yang telah kita diskusikan, hanya ada satu nasihat untuk para suporter: Jauhi Amerika Serikat!," kata Pieth dalam wawancara dengan surat kabar Swiss, Der Bund.
Pernyataan tersebut mendapat dukungan dari Blatter. Pria berusia 89 tahun tersebut menilai peringatan Pieth cukup relevan untuk dilakukan.
"Saya rasa Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia kali ini," ujar sosok berpaspor Swiss tersebut.
Baca Juga: Pelita Jaya Masih Perkasa di Puncak Klasemen IBL 2026 Pekan Ketiga
Selain itu, Pieth mengingatkan tentang potensi risiko bagi suporter internasional. Salah satunya adalah kemungkinan deportasi jika mereka dianggap melanggar peraturan atau berperilaku tidak sesuai dengan hukum setempat.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. Amerika Serikat menjadi tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko.
Meski demikian, kekhawatiran komunitas sepak bola global terhadap Amerika Serikat kian meningkat. Hal ini terutama terkait kebijakan pemerintah dan pendekatan Presiden Donald Trump.
Kritik tertuju pada beberapa kebijakan kontroversial, termasuk rencana ekspansi ke Greenland, larangan perjalanan bagi sejumlah negara, dan pendekatan tegas terhadap migran serta pengunjuk rasa di beberapa kota. Situasi ini membuat banyak pihak menilai keamanan dan kenyamanan suporter internasional dapat terancam.
Dalam konteks tersebut, saran Pieth dan dukungan Blatter menambah tekanan bagi FIFA untuk meninjau langkah-langkah keamanan dan perlindungan suporter menjelang Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Trofi Piala Dunia Singgah di Jakarta, Warga Antusias Menyambut
FIFA Berencana Turunkan Harga Tiket Piala Dunia 2026
Boikot Piala Dunia karena Donald Trump? Hipotesis Dalam Sepak Bola Tidak Bisa Diabaikan
Jerman Angkat Isu Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Polemik Greenland
Jersey Piala Dunia 2026 Timnas Inggris Bocor, Nike Melakukan Perubahan Dramatis