Ramadan Penuh Makna, Mesut Ozil Main Bola Bareng Anak-anak Pengungsi Rohingya

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:51 WIB
Mesut Ozil main bola bareng anak-anak pengungsi Rohingya. (Haberler)
Mesut Ozil main bola bareng anak-anak pengungsi Rohingya. (Haberler)

SportlinkNews - Sepak bola kembali menjadi bahasa universal yang menyatukan anak-anak, meski di tengah situasi pengungsian. Mantan gelandang tim nasional Jerman, Mesut Ozil, memanfaatkan hari pertama Ramadan untuk membawa keceriaan ke kamp pengungsi Rohingya di distrik Cox’s Bazar, Bangladesh.

Di tengah terik matahari dan kondisi sederhana, Ozil bermain sepak bola bersama anak-anak. Kedatangannya menghadirkan senyum dan kegembiraan di salah satu kamp pengungsi terbesar di dunia tersebut.

Kehadiran Ozil bukan sekadar ajang promosi, melainkan bagian dari turnamen sepak bola anak-anak yang digelar oleh Turkish Cooperation and Coordination Agency (TIKA), lembaga pembangunan milik negara Turki. Ajang ini memberikan ruang bagi anak-anak untuk bergerak, bermain, dan merasakan rutinitas normal yang jarang mereka alami di tengah pengungsian panjang.

Baca Juga: Angel Reese 1 “Green Gala” Resmi Meluncur, Terinspirasi Met Gala 2024

Video yang tersebar di media sosial memperlihatkan Ozil, yang pernah membela Arsenal dan Real Madrid, ikut dalam pertandingan informal. Anak-anak Rohingya berlari mengejar bola, sementara para penonton dari dalam kamp menyoraki setiap aksi Ozil, menciptakan suasana stadion mini yang penuh antusiasme dan tawa.

Kunjungan Ozil merupakan bagian dari delegasi Turki yang lebih luas, termasuk Bilal Erdoğan, ketua sebuah yayasan Turki sekaligus putra Presiden Recep Tayyip Erdogan, serta Presiden TIKA, Abdullah Eren. Delegasi ini meninjau pusat pendidikan dan budaya serbaguna yang didanai TIKA, menyusuri ruang kelas, bengkel komputer dan robotik, serta fasilitas musik, sebelum membagikan hadiah kepada para siswa.

Pada upacara penutupan Turnamen Sepak Bola Rohingya Ketiga, Ozil kembali turun ke lapangan. Ia bermain bersama anak-anak dan kemudian menyerahkan penghargaan kepada tim pemenang.

Baca Juga: Erick Thohir Diserang Isu Aduan ke FIFA, Tegaskan Tuduhan Tak Benar

Ratusan pengungsi hadir menyaksikan momen ini, yang menurut penyelenggara bertujuan menyediakan kegiatan rekreasi terstruktur bagi anak-anak yang tumbuh dalam situasi pengungsian jangka panjang.

Lebih dari satu juta Muslim Rohingya kini tinggal di kamp-kamp di Cox’s Bazar setelah melarikan diri dari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, sejak 2017. Hidup dalam keterbatasan akses kerja formal dan mobilitas yang dibatasi, banyak anak dan remaja menghadapi risiko isolasi sosial yang berkepanjangan.

Program-program TIKA fokus pada pendidikan, dukungan psikososial, dan keterlibatan pemuda, sebagai upaya untuk mencegah marginalisasi jangka panjang. Sejak 2017, lembaga ini telah melaksanakan proyek-proyek pendidikan, kesehatan, dan pelatihan keterampilan, membentuk jaringan bantuan yang komprehensif di kamp-kamp tersebut.

Baca Juga: PON 2028 Tanpa Venue Baru, Pemerintah Siapkan Skema Tuan Rumah Pendukung

Selama kunjungan, anggota delegasi juga ikut berbuka puasa bersama sebuah keluarga Rohingya, menandai santap malam pertama Ramadan. Momen ini menekankan hubungan antara olahraga, budaya, dan solidaritas kemanusiaan, menunjukkan bahwa di balik kesulitan hidup, masih ada ruang untuk kebahagiaan dan harapan.

Bagi anak-anak di Cox’s Bazar, hari itu lebih dari sekadar pertandingan sepak bola. Kehadiran Ozil memberi mereka inspirasi dan kesempatan untuk merasakan dunia di luar batas-batas kamp, menyalakan impian yang tak mudah padam meski dalam situasi pengungsian yang panjang.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Haberler

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X