SportlinkNews - Cristiano Ronaldo ternyata pernah merasakan tantangan berbeda di luar lapangan dengan mencoba menjalani puasa Ramadan di tengah jadwal padat Liga Pro Saudi. Megabintang Al-Nassr itu berusaha menyesuaikan diri dengan rutinitas baru, menunjukkan sisi profesionalisme dan penghormatannya terhadap tradisi Muslim.
Kehadiran Ronaldo di Al-Nassr tidak hanya soal kemampuan individu, tapi juga memberi pengaruh besar terhadap mental dan etos kerja rekan-rekannya. Eks Real Madrid tersebut dikenal mampu menularkan disiplin, fokus, dan dedikasi tinggi, sehingga setiap latihan dan pertandingan terasa lebih serius bagi seluruh tim.
Shaye Sharahili, mantan rekan Ronaldo, menekankan bagaimana sosok megabintang itu bisa memotivasi pemain lain untuk meningkatkan performa.
Baca Juga: Kawhi Leonard Cedera Lagi, Clippers Dihantui Kekhawatiran Baru
“Bermain saat Ramadan itu tidak sederhana, tetapi ada beberapa pemain yang bisa menjalaninya dengan baik, dan saya salah satunya,” kata Sharahili, dalam siniar bersama media lokal Thmanyah Sports.
“Ini tampaknya lebih sulit bagi pemain asing karena mereka belum terbiasa, dan juga karena sulit bagi mereka menjaga rutinitas harian seperti pola makan, tidur, dan kebiasaan penting lainnya. Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa selama dua hari saat Ramadan, tetapi dia merasa itu sangat menantang,” Sharahili melanjutkan.
Kisah ini mencuat bertepatan dengan awal Ramadan tiga hari lalu bagi umat Muslim di seluruh dunia. Periode ini sering memicu perdebatan di dunia sepak bola, terkait bagaimana puasa memengaruhi performa pemain dan penyesuaian rutinitas latihan.
Baca Juga: Pecco Ambil Keputusan untuk MotoGP 2027, Tinggal Tunggu Resmi
Di Arab Saudi, kondisi relatif kondusif. Mayoritas pemain tetap menjalankan ibadah puasa, sementara klub menyesuaikan jadwal latihan dan waktu kick-off untuk mengakomodasi kebutuhan pemain.
Keputusan Ronaldo untuk ikut mencoba berpuasa, meski hanya dua hari, dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi Muslim dan menampilkan sisi profesionalisme sang megabintang di luar lapangan.
Langkah Ronaldo untuk tetap tampil maksimal, menunjukkan profesionalisme yang mendorong standar tinggi bagi semua pemain di Al-Nassr. Etos kerja ini berperan penting dalam menjaga tim tetap fokus dan kompetitif sepanjang musim.
Baca Juga: Spurs Kian Percaya Diri, Wembanyama: Kami Sedang Berjuang untuk Sesuatu
Selain meningkatkan performa individu, keberadaan Ronaldo memengaruhi strategi tim. Pelatih bisa memanfaatkan pengalaman dan kecerdikan taktiknya, sementara pemain lain terdorong untuk menyesuaikan permainan agar kombinasi lini depan lebih efektif.
Dalam persaingan ketat Liga Pro Saudi musim 2025/26, posisi tiga besar Al-Nassr bukan hanya hasil kerja individu, tetapi juga bukti kolaborasi tim yang dipacu oleh figur seperti Ronaldo. Mental juara dan komitmen tinggi yang ia bawa membantu tim menempel ketat Al-Hilal dan Al-Ahli dalam perebutan gelar.
Artikel Terkait
Ronaldo Protes Ketimpangan Finansial di Al Nassr, Jorge Jesus Pasang Badan
Ronaldo Minum Bir Bersama Ancelotti, Singgung Lelucon tentang Panggilan Piala Dunia 2026
Terungkap Alasan Erik ten Hag Cuekin Ronaldo, Manchester United Jadi Hancur
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo Punya Karakter Serupa
Casemiro Menarik Minat Inter Miami, Jadi Pemain ke-28 yang Bermain dengan Ronaldo dan Messi