Perang FIFA Melawan Rasisme, Kartu Merah untuk Tindakan Tersembunyi

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 2 Maret 2026 | 16:34 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

SportlinkNews - Sepak bola global kembali menghadapi pertanyaan besar, seberapa jauh seorang pemain bisa disanksi atas ucapan rasis di lapangan, terutama jika mencoba menyamarkannya. Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengusulkan langkah tegas dengan menutup mulut saat terlibat perdebatan dengan lawan bisa berakhir dengan kartu merah langsung.

Usulan ini muncul di tengah sorotan internasional terhadap insiden yang melibatkan Gianluca Prestianni dari Benfica dan Vinicius Junior dari Real Madrid di Liga Champions, Februari lalu. Prestianni dituduh menutupi mulutnya saat mengeluarkan kata-kata yang bersifat rasis.

Infantino menjelaskan logika di balik aturan baru ini. Langkah tersebut diambil untuk melindungi pemain dari tindakan rasial yang kerap kali terjadi.

Baca Juga: Hasil Super League: Persis Buka Puasa Kemenangan Lewat 10 Pemain

"Jika seorang pemain menutupi mulutnya dan mengatakan sesuatu yang berdampak rasis, maka dia harus diusir keluar lapangan, tentu saja," kata Infantino dikutip Sky Sports.

Infantino menekankan menutupi mulut seharusnya menjadi tanda ada hal yang disembunyikan. Mengingat, seharusnya bila tidak ada sesuatu tak perlu melakukannya.

"Kita harus berasumsi bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan, jika tidak, dia tidak perlu menutupi mulutnya," ucapnya.

Baca Juga: Jay Idzes Tampil Solid Saat 10 Pemain Sassulo Taklukkan Atalanta, Begini Komentar Pelatih Grosso

"Ini adalah tindakan yang bisa dan harus kita ambil dalam perjuangan kita melawan rasisme secara serius," pria asal Swis berusia 55 tahun tersebut menambahkan.

Aturan larangan menutup mulut sedang dibahas dalam pertemuan tahunan International Football Association Board (IFAB) di Wales, dan rencana finalnya akan ditentukan di Kongres FIFA di Vancouver pada 30 April mendatang.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, berharap langkah-langkah baru ini bisa diterapkan sebelum Piala Dunia musim panas ini, sementara Infantino menekankan efek jera.

Baca Juga: Arsenal 2 Chelsea 1: Kembali Jaga Jarak 5 Poin dengan Manchester City

Sementara itu, UEFA telah mengambil tindakan sementara dengan menangguhkan Prestianni hingga hasil investigasi resmi keluar.

Upaya ini menandai pergeseran global, sepak bola kini menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam perilaku di lapangan, memastikan tidak ada ruang bagi kata-kata rasis, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Sky Sports

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X