Suriname Gandeng Eks Pelatih Timnas Indonesia demi Tiket Piala Dunia 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 15 Maret 2026 | 15:38 WIB
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. (PSSI)

SportlinkNews - Timnas Suriname melakukan langkah besar dalam ambisi mereka menembus putaran final Piala Dunia 2026. Menjelang babak play-off antarkontinental yang menentukan, De Natio berencana memperkuat jajaran staf kepelatihan dengan mendatangkan dua legenda sepak bola Belanda, Patrick Kluivert dan Clarence Seedorf.

Langkah ini diambil guna mempertebal aroma Belanda dalam kabinet kepelatihan Suriname yang sudah diisi oleh nama-nama beken. Saat ini, posisi Direktur Sepak Bola dijabat Brian Tevreden, dengan Henk ten Cate sebagai pelatih kepala, serta didampingi Winston Bogarde dan Jimmy Floyd Hasselbaink jadi asisten.

Rencana penambahan tenaga ahli ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moral dan teknis bagi Suriname yang bertekad lolos ke Piala Dunia 22026. Mengenai kedekatannya dengan kedua legenda tersebut, Tevreden memberikan penjelasan kepada media.

Baca Juga: Udinese 0-1 Juventus: Penyelamat Bianconeri, Boga & Yildiz, Bereaksi atas Kemenangan yang Susah Payah

"Mereka (Kluivert dan Seedorf) adalah kakak saya. Saya punya hubungan yang bagus dengan mereka. Mereka juga selalu jadi duta hubungan Belanda-Suriname. Mereka punya hati untuk negara ini," kata Tevreden dilansir dari ESPN Belanda.

Kluivert yang pernah menukangi Timnas Indonesia memiliki ikatan darah yang kuat dengan Suriname melalui ayahnya, Kenneth, yang juga merupakan mantan pesepak bola. Pengalaman internasional Kluivert dan Seedorf diharapkan mampu memberikan perspektif baru bagi para pemain di lapangan.

"Dalam hal sepak bola, mereka bisa berkontribusi lewat ide.Mereka bisa jadi tambahan yang bagus buat saya dan Suriname," ucapnya.

Baca Juga: Respons Panggilan John Herdman, Elkan Baggott Dipastikan Hadir di Jakarta

Secara teknis, Suriname dijadwalkan menantang Bolivia pada laga semifinal Pathway 2 di Estadio BBVA, Guadalupe, pada 26 Maret 2026. Jika berhasil memetik kemenangan, mereka akan bersua wakil Asia, Irak, pada babak final di lokasi yang sama pada 31 Maret 2026.

Namun, persiapan matang ini dibayangi ketidakpastian akibat situasi geopolitik global. Konflik antara Iran dan Amerika Serikat-Israel berdampak pada jalur udara di wilayah tersebut, yang mengancam keberangkatan skuad Irak ke Meksiko.

Bahkan, Iran secara resmi telah menyatakan mundur dari partisipasi Piala Dunia 2026. Kondisi ini membuat Tevreden waswas terhadap perubahan mendadak pada format pertandingan play-off yang akan dijalani timnya.

Baca Juga: Jude Bellingham Menangis Dihantam Cedera, Penggemar Inggris Khawatir

"Ini adalah situasi yang tidak pasti karena Anda tak tahu apa yang akan terjadi. Perang telah pecah, di sisi kami, kita hanya fokus untuk lawan Bolivia," ujarnya.

"Tetapi ada skenario lain kalau Iran tak bisa ke Piala Dunia dan Irak yang menggantikannya. Lalu apa yang akan terjadi pada pertandingan kami? Apakah akan jadi final? Ini masih tidak pasti," ia melanjutkan.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ESPN NL

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X