SportlinkNews - Ketegangan pascalaga perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan Barcelona kini memasuki babak baru lewat perang urat saraf antarpemain. Kiper Atletico Madrid Juan Musso merespons sengatan Raphinha terhadap wasit yang memimpin jalannya laga penentuan tersebut.
Kemarahan pihak lawan tersulut sesaat setelah wasit meniup peluit panjang yang memastikan langkah Los Colchoneros ke fase berikutnya. Raphinha marah-marah usai Barcelona disingkirkan Atletico meskipun mereka memenangkan laga leg kedua dengan skor tipis.
Pemain asal Brasil tersebut secara terbuka menyerang integritas pengadil lapangan yang bertugas di Stadion Metropolitano semalam. Winger Barcelona itu mengkritik kepemimpinan wasit Clement Turpin pada pertandingan perempat final leg kedua Liga Champions, Rabu (15/4) dini hari WIB.
Baca Juga: Final Four Proliga 2026 Memanas, Tiket Grand Final Diperebutkan di Semarang
Drama di lapangan hijau memang berakhir dengan hasil yang menyesakkan bagi tim tamu meski mereka menunjukkan perjuangan luar biasa. Barca tampil sebagai pemenang dengan skor 2-1, tapi tetap gagal lolos ke semifinal usai kalah agregat 2-3.
Sejumlah momen kontroversial memang mewarnai pertandingan panas tersebut, termasuk pengusiran pemain dan benturan keras antarpemain. Di laga itu sendiri ada sejumlah insiden yang memicu protes keras dari para penggawa Blaugrana sepanjang pertandingan.
Momen paling krusial adalah ketika wajah salah satu talenta muda Barcelona terluka serta keputusan wasit mencabut kartu merah dari sakunya. Di antaranya hidung Fermin Lopez terluka saat duel dengan Musso, dan kartu merah Eric Garcia usai mengganjal Alexander Sorloth.
Baca Juga: Tayangan Streaming MotoGP TNT Sports Beralih ke HBO Max
Tensi yang tinggi rupanya terbawa hingga ke luar lapangan saat sesi wawancara setelah pertandingan berakhir. Usai pertandingan, Raphinha bahkan menyebut wasit sudah merampok Barca secara terang-terangan di hadapan media.
Tudingan serius tersebut langsung mendapatkan tanggapan pedas dari Juan Musso yang merasa kemenangan timnya telah diraih dengan cara adil. "Seolah-olah ada tiga penalti yang tidak diberikan kepada mereka atau empat kartu merah. Anda enggak bisa membicarakan tentang perampokan," ceplos Musso dikutip AS.
Musso berusaha meredam narasi negatif tersebut agar tidak merusak sportivitas yang telah ditunjukkan oleh kedua kesebelasan. "Aku paham apa yang dikatakan Raphinha, aku paham apa yang mungkin akan dikatakan orang lain, aku menghormati pendapat orang lain, tapi mari untuk tidak mulai membicarakan tentang perampokan karena itu tidak membuat situasinya jadi lebih mudah," ujarnya.
Baca Juga: Wamenpora Taufik Hidayat Lepas Keberangkatan Tim Bulu Tangkis Piala Thomas dan Uber ke Denmark
Sang kiper juga mengingatkan bahwa keunggulan Atletico sudah dibangun dengan sangat baik sejak pertemuan pertama di markas lawan. "Kami toh menang di atas lapangan, kami mengalahkan mereka 2-0 di laga tandang. Orang terakhir, di dalam sepakbola itu kartu merah, sayang sekali," lanjut Musso.
Bagi Musso, meskipun menghormati kualitas lawan, melabeli kekalahan dengan tuduhan kriminalitas dianggap sebagai sebuah tindakan yang tidak masuk akal. "Barca itu tim yang sangat kami hormati dan sangat memotivasi kami saat bermain melawan mereka. Mereka itu sebuah tim yang hebat, tapi membicarakan tentang perampokan itu gila," tambahnya.
Artikel Terkait
Barcelona Protes Rumput Markas Atletico Madrid Dianggap Tak Sesuai Standar UEFA
Simeone Optimistis Atletico Madrid Singkirkan Barcelona
Liga Champions: Sanggupkah Atletico Madrid Menaklukkan Barcelona? Ini Fakta-fakta Menarik
Atletico Madrid 1-2 Barcelona (3-2 agregat): Hansi Flick Tak Mampu Hentikan Pendarahan
Rating Pemain Barcelona Vs Atletico Madrid: Dani Olmo dan Lamine Yamal Tampil Tajam