SportlinkNews - Pemerintah Amerika Serikat memberikan jaminan keamanan bagi tim nasional Iran untuk berkompetisi di wilayah mereka pada putaran Piala Dunia 2026. Kepastian ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai potensi boikot atau kendala visa bagi skuad Team Melli akibat memanasnya tensi geopolitik.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan dukungan tersebut dalam pernyataan pers di Oval Office pada Kamis, 30 April 2026 waktu setempat. Langkah ini diambil sebagai respons atas komitmen yang sebelumnya telah dinyatakan secara tegas oleh FIFA.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sosok kunci yang menjamin partisipasi penuh Iran dalam turnamen akbar empat tahunan tersebut. Ia secara konsisten menyuarakan bahwa sepak bola harus tetap steril dari campur tangan urusan politik luar negeri.
Baca Juga: Persita Curi Poin di Bantul, Carlos Pena Puji Kedisiplinan Pendekar Cisadane
Saat dikonfirmasi mengenai jaminan yang diberikan oleh bos besar FIFA tersebut, Trump menunjukkan sikap yang cenderung akomodatif. "Jika Gianni [Infantino] sudah mengatakannya, saya setuju. Anda tahu? Biarkan mereka bermain," ujar Trump kepada para wartawan.
Pernyataan dari orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut menjadi sinyal hijau bagi departemen terkait untuk mempermudah prosedur masuk delegasi Iran. Meskipun hubungan diplomatik kedua negara sering kali tegang, kepentingan olahraga kali ini tampak mendapatkan pengecualian khusus.
Di sisi lain, Infantino menyampaikan pidato yang sangat kuat dalam agenda Kongres FIFA ke-76 yang berlangsung di Vancouver, Kanada. Ia dengan tegas menepis segala keraguan publik mengenai status partisipasi negara dari kawasan Timur Tengah tersebut.
Baca Juga: Meski Menang atas Bhayangkara FC, Bojan Hodak Kritik Performa Persib di Awal Laga
Infantino juga secara eksplisit menolak permohonan dari pejabat sepak bola Iran yang sempat meminta pemindahan lokasi pertandingan. "Izinkan saya menegaskan sejak awal, bahwa Iran tentu saja akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026. Dan tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat," tegas Infantino di hadapan para delegasi.
Ketegasan FIFA ini memberikan kepastian hukum bagi panitia pelaksana di Amerika Serikat, Kanada, dan juga Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Arahan tersebut sekaligus menutup ruang perdebatan mengenai perubahan jadwal atau pengalihan grup ke negara tuan rumah lainnya.
Situasi di balik layar memang sempat diwarnai insiden diplomatik yang cukup mengkhawatirkan antara Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dan otoritas Kanada. Delegasi Iran tercatat menjadi satu-satunya anggota yang tidak hadir secara fisik dalam kongres penting di Vancouver tersebut.
Baca Juga: Debutan GT World Challenge Asia, Sean Gelael Asah Performa Lewat Simulasi dan Pit Stop
Kabarnya, Mehdi Taj selaku Presiden FFIRI memutuskan untuk membatalkan kunjungan dan segera kembali ke Teheran setelah tertahan di perbatasan. Kendala prosedur imigrasi dengan otoritas Kanada memicu protes keras dari pihak federasi yang merasa diperlakukan tidak adil.
Walaupun sempat terjadi friksi di pintu masuk Kanada, persiapan teknis untuk akomodasi tim di Amerika Serikat dilaporkan tetap berjalan lancar. Iran telah dikonfirmasi akan menggunakan fasilitas olahraga di Tucson, Arizona, sebagai markas utama mereka.
Artikel Terkait
Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
Cedera ACL, Xavi Simons Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026
FIFA Bakal Naikkan Uang Hadiah Piala Dunia 2026
FIFA Mengubah Aturan Kartu Kuning untuk Piala Dunia 2026
Aturan Baru dan Tidak Biasa untuk Piala Dunia 2026: Pemain yang Menutupi Mulutnya Akan Diberi Kartu Merah