Meskipun statuta FIFA membatasi masa jabatan presiden hanya tiga periode, Infantino memiliki celah hukum untuk mencalonkan diri kembali pada tahun depan. Badan internal FIFA memutuskan bahwa masa jabatan parsial pertamanya antara 2016 hingga 2019 dianggap tidak masuk dalam hitungan limitasi tersebut.
Keputusan yuridis tersebut membuka jalan bagi Infantino untuk terus memimpin hingga tahun 2031 jika berhasil memenangkan pemilihan mendatang. Dengan dukungan masif dari mayoritas konfederasi, peluangnya untuk mencatatkan sejarah baru sebagai presiden dengan masa jabatan terlama semakin terbuka lebar.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Ranking FIFA Putri Berubah: Inggris Naik, Jepang Melonjak, Belanda Tembus 10 Besar
Donald Trump Minta FIFA Tunjuk Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
FIFA Bakal Naikkan Uang Hadiah Piala Dunia 2026
FIFA Mengubah Aturan Kartu Kuning untuk Piala Dunia 2026
FIFA Tegaskan Sanksi Berat Aksi Mogok Main dan Tutup Mulut