SportlinkNews - Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany, secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit yang bertugas dalam laga krusial kontra Paris Saint-Germain (PSG).
Kegagalan timnya melaju ke partai puncak Liga Champions musim ini dianggap tidak lepas dari serangkaian keputusan pengadil lapangan yang dinilai sangat merugikan.
Pertandingan leg kedua semifinal yang mempertemukan Bayern Muenchen dengan PSG tersebut baru saja tuntas digelar di Allianz Arena pada Kamis (7/5) dini hari WIB. Skor imbang 1-1 yang menjadi hasil akhir laga membuat Die Roten harus mengubur impian mereka karena kalah secara agregat tipis 5-6.
Salah satu fokus utama kemarahan Kompany tertuju pada insiden yang melibatkan bek PSG, Nuno Mendes, pada paruh pertama pertandingan yang berjalan sangat ketat. Pemain asal Portugal tersebut kedapatan melakukan pelanggaran menyentuh bola dengan tangan di area sensitif, namun wasit tidak memberikan tindakan tegas.
Baca Juga: Teppei Yachida Jadi Motor Serangan Efektif Bali United FC Sumbang 5 Gol dan 3 Assist
Komentar pedas Kompany mencuat karena Nuno Mendes saat itu sebenarnya sudah mengantongi satu kartu kuning dari pelanggaran yang dilakukan sebelumnya. Namun, wasit Joao Pinheiro yang memimpin jalannya laga memilih untuk tidak memberikan kartu kuning kedua yang bisa berujung pada pengusiran pemain.
Kontroversi semakin memanas ketika wasit justru memberikan hukuman kepada pemain Bayern, Konrad Laimer, atas dugaan pelanggaran serupa di tengah lapangan. Keputusan yang dianggap berat sebelah tersebut sempat memicu ketegangan di area teknis serta bangku cadangan tim tuan rumah yang merasa dikerjai.
Kompany menegaskan jalannya pertandingan di level elite seperti semifinal Liga Champions sangat dipengaruhi oleh objektivitas serta ketegasan para ofisial pertandingan. Ia merasa dalam dua pertemuan melawan PSG, timnya terus berada di posisi yang dirugikan oleh keputusan-keputusan yang tidak konsisten.
Baca Juga: Bidik Tiga Poin, Persik Kediri Waspadai Semen Padang FC yang akan Bermain Tanpa Beban
"Kami harus melihat ke beberapa fase di dua pertandingan yang ditentuan oleh ofisial. Ini tidak pernah jadi alasan, tapi itu penting," ujar Kompany kepada TNT Sports.
Meskipun mengakui keunggulan kualitas teknis yang dimiliki oleh skuad lawan, pria asal Belgia ini tetap merasa hasil akhir bisa saja berbeda jika aturan ditegakkan secara adil. Ia menilai perjuangan anak asuhnya untuk membendung agresivitas PSG menjadi jauh lebih berat akibat tekanan non-teknis dari keputusan wasit.
"Kalau Anda melihat ke kedua pertandingan, terlalu banyak yang merugikan kami, tapi kami berusaha melawan tim PSG yang fantastis," ucapnya.
Baca Juga: Final Liga Champions: Arsenal Bertemu PSG di Puskas Arena, Stadion Berkapasitas 67.000 Tempat Duduk
Analisis tajam Kompany berlanjut pada pengamatan gestur wasit yang menurutnya sempat ingin memberikan sanksi tegas kepada Mendes sebelum akhirnya berubah pikiran. Ia mencurigai adanya keraguan dari pengadil lapangan untuk memberikan kartu merah langsung kepada pemain tim tamu di awal pertandingan.
Artikel Terkait
Data dan Fakta Menarik: Bayern Munchen dan PSG Mendekati Rekor Gol Liga Champions Satu Musim
Bayern Muenchen 1 PSG 1 (5-6 agregat): Tuan Rumah Dibuat Menangis
Ballack Curiga Adanya Konspirasi Melawan Bayern Muenchen!
Reaksi Media Internasional: Bayern Muenchen Mengalami Kekalahan Menyakitkan
Mengapa VAR Italia Di Bello Benar dalam Keputusan Kontroversial Bayern Muenchen vs PSG