Rudi Garcia Minta Skuad Belgia Jaga Fokus dan Incar Posisi Juara Grup

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 31 Mei 2026 | 21:56 WIB
Pelatih Belgia, Rudi Garcia. (UEFA)
Pelatih Belgia, Rudi Garcia. (UEFA)

SportlinkNews - Tim nasional Belgia memulai persiapan intensif guna menyongsong Piala Dunia 2026. The Red Devils menegaskan tidak akan memandang sebelah mata peta kekuatan para pesaing yang akan mereka hadapi di penyisihan grup.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 mendatang. Tiga negara di kawasan Amerika Utara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, bertindak sebagai tuan rumah bersama.

Berdasarkan hasil undian yang telah dirilis, Belgia dipastikan tergabung di Grup G. Mereka dijadwalkan bakal saling sikut dengan Mesir, Iran, dan Selandia Baru demi mengamankan tiket kelolosan menuju babak 32 besar.

Baca Juga: Menang di Asia, Atlet Selancar Indonesia Dhea Natasya Siap Tembus Kejuaraan Dunia World Longboard Tour 2026/27

Di atas kertas, Belgia menjadi kontestan yang paling diunggulkan karena menyandang status pemilik peringkat FIFA tertinggi di grup tersebut. Mereka menempati peringkat sembilan dunia mengungguli posisi Iran di peringkat 21, Mesir di posisi 29, dan Selandia Baru di urutan 85.

Kendati status unggulan utama berada di pundak anak asuhnya, Rudi Garcia selaku juru taktik Belgia langsung mengeluarkan peringatan tegas agar tim tidak jemawa. Pelatih berkebangsaan Prancis tersebut meminta seluruh elemen skuad untuk menjaga fokus penuh dan menaruh rasa hormat kepada setiap lawan.

"Kami sangat menghormati tiga tim lainnya di grup kami. Inilah arti dari Piala Dunia yang sebenarnya. Kami tahu Mesir dengan baik; mereka adalah salah satu tim terbaik di Afrika. Saya tahu segalanya tentang Mo Salah karena saya pernah melatihnya di Roma," kata Garcia dikutip dari situs FIFA.

Baca Juga: PSG Kicep, Real Madrid Masih Jadi Juara Liga Champions Back to Back Sepanjang Masa

Garcia menilai kedekatan emosional serta pengalamannya melatih bintang utama Mesir tersebut menjadi catatan taktis tersendiri bagi staf kepelatihan Belgia. Namun, tantangan berbeda justru akan dihadapi oleh timnya saat bersua dua kontestan lain yang berasal dari zona konfederasi yang berbeda.

"Kami juga akan menghadapi tim dari Oseania dan satu lagi dari Asia. Kami jelas kurang mengenal mereka karena kami tidak begitu sering melihat mereka bermain, tetapi kami tidak sabar untuk mengetahui seperti apa kekuatan tim Iran dan Selandia Baru," ucapnya.

Minimnya rekam jejak pertemuan dengan wakil Asia dan Oseania tersebut disiasati dengan pengumpulan data serta analisis video pertandingan yang mendalam. Langkah proaktif ini diambil oleh tim analis Belgia guna mengantisipasi kejutan taktis yang berpotensi dihadirkan oleh tim-tim underdog tersebut.

Baca Juga: Deretan Pelatih yang Sukses Meraih Gelar Juara Liga Champions, Luis Enrique Catat Rekor Baru

Garcia juga menekankan bahwa target utama yang dipatok manajemen pada fase awal ini adalah mengamankan poin penuh di setiap laga. Langkah pragmatis tersebut dinilai menjadi fondasi paling krusial sebelum mereka mulai memikirkan target yang lebih jauh di fase gugur.

"Mari kita mulai dengan menghormati lawan-lawan kita di fase grup. Mari kita kalahkan mereka, finis di puncak grup, dan setelah itu kita lihat seberapa jauh kita bisa melangkah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: FIFA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X