Duel Kontra Prancis Bangkitkan Memori Emas Senegal di Piala Dunia 2002

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 1 Juni 2026 | 17:01 WIB
Kiper Senegal, Edouard Mendy. (AFP)
Kiper Senegal, Edouard Mendy. (AFP)

SportlinkNews - Pertandingan pembuka Grup I Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sengit antara tim nasional Senegal melawan Prancis di Stadion MetLife, Amerika Serikat. Laga perdana yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (17/6) tersebut dipastikan menjadi pusat perhatian pencinta sepak bola dunia.

Pertemuan krusial ini secara otomatis membangkitkan memori dua pilar senior Senegal, Edouard Mendy dan Kalidou Koulibaly, tentang sejarah. Mereka kembali teringat pada kemenangan legendaris yang diraih atas lawan yang sama dalam pergelaran Piala Dunia 2002.

Kilas balik pada Piala Dunia dua dekade lalu memperlihatkan situasi kedua tim yang berada dalam kondisi sangat timpang sebelum peluit sepak mula dibunyikan. Skuad Senegal kala itu datang dengan status tim debutan yang baru pertama kali merasakan atmosfer putaran final panggung tertinggi.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Kelayakan Kylian Mbappe sebagai Kapten Prancis Dipertanyakan

Sebaliknya, Prancis berstatus sebagai raksasa sepak bola global yang memegang gelar juara bertahan Piala Dunia 1998 sekaligus kampiun Euro 2000. Kendati demikian, status unggulan tersebut runtuh secara mengejutkan.

Gol tunggal Papa Bouba Diop pada menit ke-30 berhasil membawa Senegal menang tipis 1-0 atas juara dunia bertahan. Kejutan besar yang terjadi tepat 24 tahun silam itu rupanya masih tertanam kuat dalam benak kapten utama Senegal saat ini, Koulibaly.

Koulibaly yang kini bersiap memimpin rekan-rekannya di edisi 2026 mengaku memori tersebut masih terasa sangat segar. Ia mengisahkan dirinya baru menginjak usia 11 tahun ketika menyaksikan momen magis tersebut melalui layar kaca.

Baca Juga: Grup I Piala Dunia 2026: Senegal Datang dengan Mimpi Besar, Siap Ulang Kisah Heroik 2002

"Saya bahkan masih ingat di kelas mana saya berada ketika menonton pertandingan itu. Itu adalah kebahagiaan murni ketika legenda Senegal Papa Bouba (Diop) mencetak gol setelah umpan tarik dari El Hadji Diouf yang hebat," kata Koulibaly dikutip dari situs FIFA.

"Itu adalah momen yang benar-benar spesial, gol itu sendiri, kegembiraan yang ditimbulkannya di antara para penggemar, dan tentu saja selebrasi tariannya."

"Saya masih ingat menirukan tarian itu bersama semua teman saya saat masih kecil. Momen-momen seperti ini benar-benar memperkuat ikatan kami dengan negara kami dan membuat kami percaya bahwa Senegal bisa melangkah jauh di turnamen besar."

Baca Juga: Sadis Media Sosial, Arsenal Jadi Lahan Emas Meme Usai Keok Melawan PSG

Koulibaly menegaskan bahwa heroisme para pendahulu di Korea dan Jepang kini diangkat sebagai sumber motivasi utama menjelang laga di Amerika Serikat. Narasi sukses masa lalu tersebut sengaja dihidupkan kembali guna membakar semangat juang generasi baru yang mengisi kedalaman skuad saat ini.

"Saya pikir ini masih menjadi inspirasi bagi kami semua hingga hari ini. Semua pemain dari generasi saya tahu tentang generasi 2002, dan meskipun pemain muda saat ini mungkin tidak terlalu mengenal mereka, kami ingin menyamai pencapaian mereka, bahkan melampauinya," tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: FIFA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X