Ada juga Seol Young-woo yang bermain di Red Star Belgrade. Bek sayap dinamis ini mampu memberikan kestabilan pertahanan sekaligus aktif membantu transisi serangan.
Pada lini tengah ada Lee Kang-in yang bermain di Paris Saint-Germain. Gelandang serang ini akan menjadi motor serangan utama skuat Korea.
Pengatur ritme permainan diperani oleh Hwang In-beom yang membela klub Feyenoord.
Baca Juga: Rival Baru Anthony Joshua di Kelas Berat Kirim Peringatan Mengerikan
Sementara Lee Jae-sung (Mainz 05)menjadi gelandang serang yang kerap mengancam gawang lawan.
Korea juga memiliki pemain keturunan, Jens Castrop yang kini bermain di Borussia Mönchengladbach.
Gelandang muda ini mencatatkan sejarah sebagai pemain keturunan pertama yang masuk skuat Piala Dunia Korea Selatan.
Baca Juga: Penonton LaLiga di Stadion Membludak Tembus 11,6 Juta Selama Musim 2025/26
Pada lini serang ada Son Heung-min (LAFC) yang kini bersiap menjalani Piala Dunia keempatnya.
Ketajaman dan kepemimpinannya di lapangan tetap menjadi senjata paling mematikan bagi Korea Selatan.
Ada juga Hwang Hee-chan (Wolverhampton Wanderers), penyerang sayap yang memiliki kecepatan tinggi untuk merusak konsentrasi lini belakang lawan.
Baca Juga: Anggaran Menyusut, Kemenpora Tetap Patok Empat Emas di Asian Games 2026
Cho Gue-sung (Midtjylland) juga menjadi pemain pilar Korea di Piala Dunia ini. Striker ini sangat kuat dalam duel udara dan menjadi andalan untuk penyelesaian akhir di dalam kotak penalti.
Gaya Permainan
Korea Selatan di bawah asuhan pelatih Hong Myung-bo menggunakan skema tiga bek, yaitu 3-4-3. Meski sepanjang babak kualifikasi mereka menggunakan formasi empat bek (4-2-3-1 atau 4-3-3).
Artikel Terkait
Grup E Piala Dunia: Menanti Kebangkitan Jerman yang Tertidur
Sejarah Piala Dunia 1986: Rahasia di Balik 'Tangan Tuhan' dan 'Gol Abad Ini' Diego Maradona
Piala Dunia 2026: Susunan Pemain Timnas Inggris Bocor, Ini Detail Nomor Punggung Skuad Thomas Tuchel
Piala Dunia 2026: Ronaldo Jadi Perhatian Pada Latihan Pertama Portugal