Arsitek tim berusia 57 tahun tersebut sangat berharap anak asuhnya bisa menuliskan cerita sukses mereka sendiri dengan karakteristik permainan modern yang dinamis di Amerika Utara nanti. "Akan sangat luar biasa jika para pemain dapat mengulangi kesuksesan itu, tetapi saya tidak ingin apa yang kami raih pada tahun 2002 menjadi beban bagi skuad saat ini."
Pada bagian akhir penjelasannya, Myung-bo menginginkan adanya keseimbangan antara rasa tanggung jawab membela negara dan kegembiraan menikmati atmosfer pertandingan level dunia. "Para pemain memahami tanggung jawab yang menyertai mewakili negara mereka, tetapi saya ingin mereka melihat Piala Dunia sebagai panggung untuk dinikmati, bukan untuk ditakuti."
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: Bola Trionda Bantu Wasit Tentukan Offside, Ternyata Diisi Ini
Malaysia Ingin Naturalisasi Pemain Juara Piala Dunia
Grup B Piala Dunia 2026: Kanada Mencoba Peruntungan Baru sebagai Tuan Rumah
Tatap Piala Dunia 2026, Graham Arnold Minta Timnas Irak Tampil Tanpa Rasa Takut
Ukir Rekor Enam Edisi Piala Dunia, Messi, Ronaldo, dan Ochoa Kenakan Atribut Istimewa