Yasin Ayari Bobol Tunisia, Tapi Tak Rayakan Gol karena Hormati Akar Keluarga.

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Senin, 15 Juni 2026 | 15:23 WIB
Para pemain Swedia merayakan gol ke gawang Tunisia. (FIFA)
Para pemain Swedia merayakan gol ke gawang Tunisia. (FIFA)

SportlinkNews - Timnas Swedia mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 5-1 atas Tunisia pada laga pembuka mereka, Minggu malam waktu setempat atau Senin, 15 Juni WIB.

Namun, di tengah pesta gol yang dirayakan skuad asuhan Graham Potter, perhatian publik justru tertuju pada Yasin Ayari yang mencetak gol spektakuler tanpa melakukan selebrasi.

Swedia langsung tampil agresif sejak menit-menit awal. Hasilnya, Ayari membuka keunggulan pada menit ketujuh lewat tendangan luar biasa yang tak mampu dihentikan kiper Tunisia.

Baca Juga: Ginting dan Zaki Mundur, Tiga Pemain Muda Jadi Andalan Tunggal Putra Indonesia di Macau Open 2026

Gol tersebut menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan pada fase awal Piala Dunia 2026.

Namun yang membuatnya semakin istimewa adalah reaksi sang pemain setelah bola bersarang di gawang. Alih-alih merayakan gol pertamanya di ajang Piala Dunia, Ayari memilih tetap tenang.

"Ini adalah negara tempat orang tua saya berasal. Saya memiliki rasa hormat yang besar kepada Tunisia dan keluarga saya. Karena itu saya memilih untuk tidak merayakan gol tersebut," ujar Ayari usai pertandingan.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Swedia Pesta Gol, Pantai Gading Menang Tipis

Keputusan pemain berusia 22 tahun itu bukan tanpa alasan. Ayari lahir di Swedia dari orang tua berdarah Tunisia.

Bahkan beberapa tahun lalu, gelandang muda tersebut sempat masuk dalam radar tim nasional Tunisia sebelum akhirnya memilih membela Swedia di level internasional.

Meski menahan selebrasi, Ayari mengaku tetap bangga bisa mencetak gol di panggung terbesar sepak bola dunia.

Baca Juga: Prediksi Spanyol vs Cape Verde: Lawan Debutan Pantang Kecolongan

"Mencetak gol di Piala Dunia tentu merupakan mimpi setiap pemain. Saya sangat senang bisa membantu tim meraih kemenangan, tetapi pada saat yang sama saya juga menghormati akar keluarga saya," katanya.

Kemenangan 5-1 ini menjadi modal berharga bagi Swedia untuk mengarungi fase grup.

Sementara bagi Ayari, laga melawan Tunisia akan selalu dikenang sebagai malam ketika ia mencetak salah satu gol terindah di awal turnamen, sekaligus menunjukkan rasa hormat kepada negara yang memiliki tempat khusus dalam perjalanan hidup keluarganya.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: onefootball

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X