SportlinkNews - Keputusan mengejutkan Paolo Maldini untuk melepaskan jabatannya dari jajaran Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) terus memicu gelombang tanggapan tajam. Eks kapten Manchester United, Roy Keane, menyuarakan kritik keras terhadap langkah mundur legenda hidup Gli Azzurri tersebut.
Maldini tercatat hanya bertahan selama 10 hari dalam mengemban amanah sebagai Direktur Teknik FIGC. Pengunduran dirinya dipicu oleh penolakan FIGC terhadap penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih tim nasional Italia.
Sebelum membidik Pirlo, Maldini sejatinya telah melakukan pendekatan intensif kepada Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola namun menemui jalan buntu. Kesediaan Pirlo untuk mengisi posisi tersebut pada akhirnya harus gagal setelah FIGC mengandaskannya akibat keterikatan sebagai duta perusahaan judi di Rusia.
Baca Juga: Catatan Menarik Statistik Balap F1 Hingga Pertengahan Musim 2026
Dinamika internal kian memanas akibat hubungan kurang harmonis antara Maldini dan jajaran petinggi FIGC, termasuk Presiden Giovanni Malago. Rumor yang beredar menyebutkan Malago sebenarnya siap mengucurkan dana besar demi mendatangkan Guardiola, walau rencana megah tersebut gagal terealisasi.
Sikap mundur yang diambil oleh Maldini dinilai Keane sebagai bentuk tindakan yang kurang dewasa bagi seorang pimpinan. Pria asal Irlandia tersebut menilai seorang direktur seharusnya tetap berkomitmen pada proyek pembinaan tim nasional.
"Saya sama sekali tidak menyukainya. Itu perilaku kekanak-kanakan. Anda tidak meninggalkan proyek hanya karena Anda tidak mendapatkan manajer pilihan Anda. Sepakbola tidak bekerja seperti itu," kata Keane dilansir dari Mirror.
Baca Juga: Curhatan Pedro Acosta: Ogah Disia-siakan di KTM, Ducati Jadi Tujuan
Prinsip serta nilai loyalitas yang diusung dalam keputusan tersebut juga tidak lantas meluputkan Maldini dari evaluasi kritis Keane. Menurutnya profesionalisme harus tetap dikedepankan setelah sebuah keputusan resmi ditetapkan.
"Orang-orang terus berbicara tentang loyalitas dan prinsip, itu bagus. Pertahankan pendapat Anda, tegakkan pendirian Anda. Tetapi begitu keputusan dibuat, tugas Anda adalah untuk bergerak maju. Itulah yang dilakukan para pemimpin," ucapnya.
Sikap emosional dalam merespons kebuntuan negosiasi dianggap tidak mencerminkan jiwa kepemimpinan yang tangguh di tingkat manajerial. Keane menyayangkan keputusan yang berujung pada kekosongan posisi krusial tersebut.
"Mereka tidak mengamuk hanya karena keadaan tidak berjalan sesuai keinginan mereka," ujarnya.
Penghormatan terhadap pencapaian emas Maldini sewaktu aktif merumput di lapangan hijau tetap diberikan secara proporsional. Namun, Keane menggarisbawahi bahwa nama besar di masa lalu tidak bisa dijadikan tolok ukur utama dalam menjalankan tanggung jawab manajerial.
Artikel Terkait
Pemerintah Italia Kritik Langkah FIGC Dekati Pep Guardiola Secara Terbuka
Mengakhiri Spekulasi, Roberto Mancini Resmi Latih Italia Lagi
Ibu Mancini Merayakan Kembalinya ke Timnas Italia, Berharap untuk Kemenangan Lain
Cesc Fabregas Optimis Mancini Mampu Bangkitkan Prestasi Italia
Bandingkan dengan Spanyol dan Inggris, Roberto Mancini Minta Bakat Muda Italia Diberi Kesempatan