Bandingkan dengan Spanyol dan Inggris, Roberto Mancini Minta Bakat Muda Italia Diberi Kesempatan

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 30 Juli 2026 | 18:16 WIB
Roberto Mancini akan melatih klub Arab Saudi Al Sadd.
Roberto Mancini akan melatih klub Arab Saudi Al Sadd.

SportlinkNews - Masalah regenerasi dan minimnya menit bermain bagi talenta lokal di kompetisi domestik mendapat perhatian khusus dari arsitek anyar tim nasional Italia, Roberto Mancini. Maka dari itu ia berharap ada solusi konkret untuk mengurai kebuntuan tersebut agar timnya bisa kembali melahirkan deretan pemain bintang di masa mendatang.

Kedalaman bakat muda Italia sejatinya terbukti lewat catatan impresif di tingkat kelompok umur. Keberhasilan Timnas U-17 mengamankan gelar juara Eropa pada Juni silam menjadi bukti nyata besarnya potensi yang dimiliki.

Sayangnya, torehan manis di level junior tersebut berbanding terbalik dengan dinamika yang dihadapi skuad senior Gli Azzurri. Kendati sempat merengkuh trofi Piala Eropa pada 2021, Italia tercatat sudah absen dalam gelaran Piala Dunia selama 12 tahun terakhir.

Baca Juga: Catatan Menarik Statistik Balap F1 Hingga Pertengahan Musim 2026

Kegagalan melenggang ke putaran final pada tiga edisi berturut-turut tersebut menyisakan keprihatinan mendalam. Kondisi ini membuat generasi muda di Italia kehilangan momen menyaksikan negaranya bertanding di panggung sepak bola dunia.

Akar permasalahan utama disinyalir bersumber dari terbatasnya ruang bagi pemain lokal di klub-klub kontestan Serie A. Skuad utama tim raksasa seperti Juventus dan AC Milan kerap kurang memberi kepercayaan kepada deretan pemain muda potensial.

Tingginya tuntutan untuk meraih gelar secara instan membuat manajemen klub enggan mengambil risiko dengan menurunkan pemain muda. Alhasil, para pemain berbakat lebih sering dipinjamkan ke klub Serie B atau Serie C sekadar untuk menambah jam terbang.

Baca Juga: Curhatan Pedro Acosta: Ogah Disia-siakan di KTM, Ducati Jadi Tujuan

Situasi tersebut berbeda dengan tren yang ditunjukkan negara-negara kekuatan utama dunia lainnya. Sebagai perbandingan, 11 dari 26 pilar Timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026 tercatat masih berusia 25 tahun atau kurang.

Prancis juga berhasil merengkuh trofi Piala Dunia 2018 saat Kylian Mbappe bahkan belum menginjak usia 20 tahun. Sementara itu, Inggris sudah mengandalkan peran vital Jude Bellingham sejak 2022 di saat usianya kini baru menginjak 22 tahun.

Mancini menyadari betul realitas pelik yang tengah mengungkung ekosistem sepak bola di Italia. Eks pelatih Manchester City tersebut mendorong adanya pergeseran paradigma demi masa depan tim nasional.

Baca Juga: Menghadapi Super League 2026/27 Ko Myeong-seok Jadi Pilar Baru di Lini Pertahanan Dewa United Banten FC

"Kami memiliki pemain-pemain bagus di Italia, kami harus memberi mereka waktu dan kesabaran untuk berkembang. Hanya tiga bulan saja bisa membuat perbedaan besar. Ketika kami memanggil (Nicolo) Zaniolo, dia bahkan belum pernah bermain di Serie A sebelumnya. Dia kesulitan di panggilan pertamanya, tetapi setelah tiga bulan dia menjadi pemain yang berbeda. Saya pikir ada banyak pemain seperti dia yang berbakat dan perlu diberi kesempatan untuk berkembang," kataMancini.

Optimisme tinggi tetap diusung Mancini dalam memandu proses pematangan para pemain muda tersebut. Pendekatan secara bertahap dinilai menjadi kunci utama untuk membentuk kedalaman skuad yang solid dan kompetitif.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dani Olmo Kecewa Ayala Berbohong

Rabu, 29 Juli 2026 | 07:19 WIB
X