Ghalenoei: Iran Tim yang Paling Tertindas di Piala Dunia 2026

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 17 Juni 2026 | 05:31 WIB
Pelatih Timnas Irak  Amir Ghalenoei. Ia menilai tantangan timnya dari luar lapangan kali ini lebih banyak.
Pelatih Timnas Irak Amir Ghalenoei. Ia menilai tantangan timnya dari luar lapangan kali ini lebih banyak.

SportlinkNews - Timnas Iran menghadapi tantangan di luar lapangan pada gelaran Piala Dunia 2026.

Pelatih Amir Ghalenoei mengungkapkan bahwa perubahan jadwal perjalanan dan pembatasan yang mereka alami akibat ketegangan politik antara Iran dan Amerika Serikat telah memberikan dampak langsung terhadap performa tim.

Pernyataan itu disampaikan Ghalenoei usai Iran bermain imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga perdana mereka.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Mbappe Pecahkan Rekor, Prancis Balas Dendam ke Senegal

Menurut pelatih berusia 62 tahun tersebut, gangguan logistik yang terus terjadi membuat persiapan tim jauh dari ideal.

Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya diketahui melakukan negosiasi untuk memindahkan markas tim dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko.

Langkah itu diambil di tengah ketidakpastian terkait visa Amerika Serikat dan upaya meminimalkan keberadaan skuad Iran di wilayah AS selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Iran vs Iran di Tribun, Politik Bayangi Laga Pembuka Team Melli di Piala Dunia 2026

Namun, masalah tidak berhenti di situ. Ghalenoei mengungkapkan bahwa timnya semula dijadwalkan menginap satu malam di Los Angeles setelah pertandingan sebelum kembali ke Meksiko keesokan harinya.

Rencana tersebut mendadak dibatalkan sehingga skuad harus langsung melakukan perjalanan kembali.

"Kami seharusnya menginap di sini malam ini untuk beristirahat dan kembali besok saat makan siang, tetapi mereka tidak mengizinkan kami. Sejujurnya saya tidak tahu mengapa," ujar Ghalenoei.

Baca Juga: Kontroversi Son Heung-min Memanas, Korea Selatan Putuskan Boikot Media Lokal

"Saya rasa mungkin tim kami adalah tim yang paling tertindas di seluruh Piala Dunia ini."

Ghalenoei tidak menjelaskan pihak yang memberlakukan pembatasan tersebut. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan yang disampaikan Iran.

FIFA turun tangan 

Keluhan serupa juga disampaikan penyerang andalan Iran, Mehdi Taremi. Ia menilai situasi yang dihadapi timnya tidak hanya merugikan Iran, tetapi juga mencederai semangat sepak bola.

Baca Juga: Menjelang Usia Satu Abad, Persebaya dan AZA Berkolaborasi Meluncurkan Jersey Edisi Spesial

"Ini tidak baik bagi kami. Menurut saya, ini juga tidak baik bagi sepak bola. Saya rasa FIFA harus lebih banyak membantu kami daripada ini," kata Taremi.

Striker berpengalaman itu menggambarkan padatnya agenda perjalanan yang harus dijalani skuad.

Pada Minggu, tim melakukan perjalanan dari Tijuana menuju Los Angeles, kemudian menuju hotel, sebelum akhirnya ke stadion untuk meninjau lapangan pertandingan.

Baca Juga: Michael Olise Siap Jadi Motor Utama Lini Serang Prancis di Piala Dunia 2026

Padahal, menurut Taremi, Iran seharusnya memiliki waktu dua hari untuk beradaptasi dengan kondisi di Los Angeles sebelum pertandingan berlangsung.

"Ini sangat buruk dan memengaruhi tim kami. Kami hanya ingin ketenangan," tuturnya.

Taremi juga mengungkapkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat mengunjungi ruang ganti Iran pada hari pertandingan.

Baca Juga: Mimpi Back-to-Back Dewa United Kandas, Julbe Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim

Tak Lengkap

Selain persoalan perjalanan, Iran juga harus menghadapi keterbatasan personel pendukung. Sejumlah staf dan perwakilan media disebut tidak dapat bergabung dengan tim karena kendala visa.

Akibatnya, para pelatih harus mengambil tugas tambahan yang biasanya ditangani oleh staf manajemen.

"Tim manajemen kami, banyak di antaranya tidak ada di sini. Kami harus menangani peran-peran tersebut sendiri," ucap Ghalenoei.

Baca Juga: Solbakken Andalkan Ketajaman Erling Haaland di Laga Norwegia vs Irak

Meski demikian, pelatih yang pernah beberapa kali menangani Timnas Iran itu tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.

Ia menilai hasil imbang melawan Selandia Baru menunjukkan karakter kuat skuadnya di tengah berbagai kendala yang harus dihadapi.

Ghalenoei mengakui bahwa kelelahan akibat perjalanan panjang dan perubahan jadwal yang mendadak berdampak pada kondisi fisik pemain.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Al Jazeera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hat-Trick Menakjubkan Messi Hancurkan Aljazair

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:32 WIB
X