Brasil Gagal di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti: Ini Awal, Bukan Akhir bagi Brasil

Andi Wahyudi, Sportlink News
- Selasa, 7 Juli 2026 | 15:27 WIB
Carlo Ancelotti, pelatih Brasil. (FIFA)
Carlo Ancelotti, pelatih Brasil. (FIFA)

Menjelang Piala Dunia, ia kehilangan sejumlah pemain seperti Estevao, Rodrygo, dan Eder Militao. Selama turnamen berlangsung, Ancelotti juga harus melihat dua motor kreativitas tim, Raphinha dan Lucas Paqueta, mengalami cedera.

Perjalanan mantan pelatih Real Madrid, AC Milan, dan Bayern Munich itu jelas bukanlah sesuatu yang mudah. Pada akhirnya, Piala Dunia lebih menjadi ajang percepatan evaluasi daripada tujuan akhir dari proyek yang sedang dibangunnya.

"Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam bekerja dan mengevaluasi para pemain," tegas Ancelotti, seraya menekankan bahwa proses pembangunan tim tidak akan terhenti.

Baca Juga: Pendukung Loyal Barcelona Tembus Lebih dari 150.000 Orang Tersebar di Lima Benua

"Kami akan terus berusaha berkembang dan mencari ide-ide baru, sama seperti yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini. Kami akan menghadapi kekalahan ini dengan semangat baru dalam bekerja dan dalam mengevaluasi para pemain," ucap Ancelotti.

Kapten Brasil, Marquinhos, memahami betul tantangan yang kini berada di depan Selecao. Bersama Alisson, Casemiro, dan Neymar, ia menjadi salah satu pemain yang masih bertahan dari skuat Piala Dunia 2018 dan 2022.

Dengan raut wajah penuh kekecewaan, bek tersebut mengambil tanggung jawab dan meminta dukungan untuk generasi berikutnya. "Saya yang bertanggung jawab," kata Marquinhos.

Baca Juga: Everton dan Castore Luncurkan Jersey Kandang Baru untuk Liga Primer Musim 2026/27

"Saya sebagai kapten, bersama para pemain senior, harus memikul tanggung jawab atas hasil ini agar generasi berikutnya dapat bekerja dengan pikiran yang lebih tenang."

Pemain berusia 32 tahun itu meminta tiga hal: kesabaran, dukungan, dan waktu—tiga hal yang sering kali sulit diberikan kepada tim nasional Brasil yang selalu dibebani tuntutan sejarah untuk meraih gelar.

"Mereka memiliki waktu empat tahun untuk bekerja demi meraih pencapaian besar pada Piala Dunia berikutnya," ucap Marquinhos.

Baca Juga: Como Rekrut Luis Milla dari Getafe CF, Fabregas: Dia Punya Ambisi yang Kami Cari

Neymar, yang kembali ke stadion tempat ia menjalani debut bersama Selecao pada 2010, hanya memberikan komentar singkat kepada ge tv saat meninggalkan lapangan.

"Saya sudah mencoba, saya sudah mencoba. Sekarang semuanya sudah berakhir. Saya memulai di sini, dan saya mengakhirinya di sini."

Brasil kini harus kembali memulai pekerjaan barunya. Sejauh mana mereka harus berubah untuk bangkit kembali? Siapa yang akan menjadi pemimpin generasi baru? Ide-ide baru seperti apa yang akan diperkenalkan Ancelotti?

Halaman:

Editor: Andi Wahyudi

Sumber: FIFA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Argentina vs Mesir: Pertarungan Ikonik

Selasa, 7 Juli 2026 | 13:47 WIB

Komentar Rodri Usai Spanyol Singkirkan Portugal

Selasa, 7 Juli 2026 | 10:31 WIB

Sudah Berakhir, Ronaldo Tak Bisa Melawan Takdir!

Selasa, 7 Juli 2026 | 08:51 WIB

FIFA Kehilangan Sikap Adil

Selasa, 7 Juli 2026 | 06:58 WIB
X